Tim UMS Dampingi UMKM Jamaah Tani Sukoharjo
SUKOHARJO (Soloaja.co) – Tim dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses merampungkan program pengabdian masyarakat selama enam bulan bersama Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) Kabupaten Sukoharjo. Program ini difokuskan pada penguatan produk unggulan UMKM tani agar lebih kompetitif di pasar global, Sabtu (21/2).
Kolaborasi lintas disiplin dari Fakultas Geografi dan Teknik Arsitektur UMS ini melibatkan Prof. Dr. Kuswaji Dwi Priyono, M.Si., Dr. Ir. Qomarun, M.M., serta sejumlah pakar lainnya. Inisiatif ini selaras dengan misi dakwah Muhammadiyah dalam memberdayakan aspek sosial-ekonomi umat.
- Studi Arsitektur UMS di Singapura Konsep Hunian Vertikal
- Aksi Humanis Polres Sukoharjo Bagi 250 Takjil di Kartasura
Perluas Jaringan dan Inovasi Lintas Sektor
Ketua tim pengabdian, Prof. Kuswaji, menegaskan bahwa pendampingan ini melampaui sekadar teknis produksi. Fokus utama lainnya adalah membuka akses jejaring antara petani dengan pemerintah, akademisi, dan sektor swasta.
“Kolaborasi ini membuka kesempatan memperkuat jaringan antar UMKM. Jaringan yang luas sangat membantu dalam memperluas peluang usaha dan memicu inovasi produk,” ujar Kuswaji, Senin (23/2).
Tiga Pilar Pemberdayaan JATAM
JATAM MPM-PDM Sukoharjo, yang berdiri sejak awal 2025, memiliki visi besar dalam kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani. Bersama tim UMS, program ini menitikberatkan pada tiga pilar utama:
* Ekonomi Masyarakat: Mengurangi ketergantungan ekonomi melalui sektor pertanian yang mandiri.
* Kapasitas Kader: Pelatihan intensif bagi kader tani lokal agar mampu menjadi fasilitator pemberdayaan di wilayahnya.
* Jambore Komunitas: Menciptakan ruang belajar dan inovasi berbasis komunitas tani untuk bertukar pengalaman.
- CSR favehotel Solo Dukung Komunitas Disabilitas Desa Mulur
- GASPOL Sambangi FISIP UNS, Perkuat Literasi Digital
Dorong Produk Ramah Lingkungan
Melalui pendampingan manajerial dan pemasaran, produk JATAM didorong untuk melakukan diversifikasi agar tidak bergantung pada satu jenis komoditas. Selain itu, aspek keberlanjutan menjadi nilai tambah yang ditonjolkan.
“Produk unggulan yang dihasilkan oleh Jamaah Tani Muhammadiyah kini didorong agar lebih ramah lingkungan dan memperhatikan keberlanjutan. Ini penting untuk menghadapi dinamika pasar yang kian dinamis,” pungkas Kuswaji.
Dengan berakhirnya program ini, diharapkan produk-produk tani dari Sukoharjo memiliki identitas yang kuat, kualitas yang teruji, serta jangkauan pasar yang lebih luas demi mewujudkan kedaulatan pangan nasional.
