Favehotel
Sabtu, 04 Juli 2026 12:48 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SOLO (Soloaja.co) — Wali Kota Solo, Respati Ardi, hadir langsung membuka hari pertama Festival SUARAGA yang digelar di Taman Balekambang, Sabtu (4/7) pagi. Kehadiran orang nomor satu di Solo tersebut menjadi penanda resmi dimulainya pengenalan konsep Jawa Wellness sebagai arah baru branding pariwisata dan ekonomi kreatif Kota Solo.
Sejak pagi hari, suasana asri Taman Balekambang sudah dipadati pengunjung yang antusias mengikuti berbagai aktivitas kesehatan (wellness). Mulai dari sesi yoga bersama aktor Anjasmara, pilates, senam kesehatan jasmani (SKJ), sound healing, hingga beragam kegiatan kreatif berbasis budaya.
Respati menegaskan bahwa SUARAGA bukan sekadar festival musik biasa. Event ini dirancang sebagai ruang baru untuk memperkenalkan Solo sebagai kota yang harmonis dalam memadukan budaya Jawa, kreativitas anak muda, dan gaya hidup sehat.
“Ayo warga Solo dan semuanya, main ke SUARAGA di Balekambang. Ini event yang berbeda. Di sini kita tidak hanya menikmati pertunjukan seni dan budaya, tetapi juga pengalaman wellness. Berkonsep Jawa Wellness, perpaduan gaya hidup sehat dan kreativitas,” ujar Respati di sela-sela peninjauan lokasi.
Ia menilai, tingginya antusiasme masyarakat sejak pagi hari membuktikan bahwa konsep Jawa Wellness memiliki daya tarik yang sangat kuat. Bahkan, magnet festival ini mampu menarik perhatian pelancong dari luar daerah.
“Hari pertama di Balekambang antusiasmenya sudah sangat terlihat. Tadi ada wisatawan dari Jakarta yang rela datang jauh-jauh ke Solo khusus untuk menikmati event SUARAGA,” tuturnya optimis.
Menurut Respati, Jawa Wellness akan menjadi pilar kekuatan baru bagi Kota Solo dalam membangun pariwisata berbasis budaya. Konsep ini dinilai sangat relevan karena menggabungkan kekayaan tradisi, seni pertunjukan, ruang hijau kota, serta tren hidup sehat yang kini kian digandrungi masyarakat modern.
Solo, lanjut Respati, memiliki modalitas yang sangat kuat untuk menggerakkan sektor ini. Kota Solo tidak hanya kaya akan narasi sejarah, tetapi juga didukung oleh ruang publik bersejarah seperti Taman Balekambang, ekosistem seni yang hidup, serta pelaku UMKM lokal yang adaptif.
“Ini bisa menjadi percontohan, benchmark baru, sekaligus branding baru untuk menarik wisatawan. Di sisi lain, UMKM juga laris semua. Ini tentu membuat Taman Balekambang semakin menarik,” tandasnya.
Geliat ekonomi lokal memang terasa kental di area festival lewat kehadiran UMKM Kota Solo yang tergabung dalam area "Pasar-Pasaran". Mereka hadir bukan sekadar sebagai pelengkap, melainkan sebagai motor penggerak ekonomi kreatif yang berinteraksi langsung dengan para pengunjung.
Pada hari pertama, SUARAGA menyajikan pengalaman yang kaya rasa. Selain aktivitas olah tubuh dan batin, pengunjung disuguhi pertunjukan budaya adiluhung seperti Beksan Laku Jawi dan Laras Wening. Berbagai workshop menarik juga digelar, mulai dari Racik Candra, tea tasting, creative journaling, hingga pembacaan primbon (primbon reading).
Memasuki sore hingga malam hari, kemeriahan festival bergeser ke panggung musik yang dibuka sejak pukul 14.30 WIB oleh duet Vincent Rompies dan Soleh Solihun.
Panggung musik malam ini dipastikan semarak dengan penampilan dari The Flyover, Nadhif Basalamah, Man Osman & Traffic Jam, Silampukau, Sore Ze Band, dan ditutup oleh aksi panggung bertenaga dari Barasuara.
Tak kalah memikat, panggung budaya juga menyajikan alunan gamelan dalam beberapa sesi, sebelum akhirnya ditutup dengan pertunjukan Wayang Orang Solo.
Melalui SUARAGA, Pemerintah Kota Solo membuktikan bahwa event kreatif mampu menjadi instrumen strategis untuk memperkuat identitas kota sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat.
Bagikan