Wilujengan Nagari 290 Tahun Karaton Surakarta: Doa Lintas Generasi
SOLO (Soloaja.co) — Karaton Surakarta Hadiningrat menggelar upacara spiritual Wilujengan Nagari di Sasana Handrawina pada Jumat (3/7) sore, bersama Pake Buwono XIV.
Tradisi doa bersama yang dimulai pukul 15.00 WIB setelah salat Ashar ini bertepatan dengan tanggal 17 Sura Tahun Jawa 1960, menandai peringatan Hari Jadi Karaton ke-290 menurut penanggalan Jawa atau ke-281 dalam hitungan Masehi.
- FISIP Unisri Gandeng Pemuda Manahan Latih Digitalisasi Usaha
- Indonesia Kini Miliki 72 Tenaga Klasifikasi Olahraga Disabilitas Fisik Baru
Bagi institusi keraton, momentum 17 Sura bukan sekadar penanda pergantian kalender. Hari ini disakralkan sebagai ruang spiritual dan kultural untuk meneguhkan rasa syukur, memohon keselamatan, sekaligus merawat kesinambungan adat yang telah hidup selama hampir tiga abad.
Pengageng Sasana Wilapa sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Karaton Surakarta Hadiningrat, GKR Koes Moertiyah Wandansari, M.Pd. (Gusti Moeng), menegaskan bahwa peringatan ini merupakan refleksi panjang karaton sebagai pusat budaya dan tata nilai Jawa.

"Kami berharap Karaton tetap lestari, adat istiadatnya terjaga, dan warisan budayanya terus hidup," ujar Gusti Moeng, Jumat (3/7).
Antusiasme upacara tahun ini terbilang besar. Hingga Jumat pagi, lebih dari 700 orang dari berbagai elemen telah mendaftarkan diri.
- Tagihan Listrik Naik saat Cuaca Panas? Hindari 5 Kesalahan Menggunakan AC
- Solo Bangkitkan Kembali Citra Sebagai Kota Bersepeda
Tercatat hadir dalam ritual tersebut mulai dari Sentana Dalem, Sentana Daerah Dalem, anggota Paguyuban Kawula Karaton Surakarta (PAKASA), abdi dalem aktif, Putri Narpawandawa, Abdi Dalem Keparak, Abdi Dalem Garadan, hingga Putra Wayah PB XII beserta istri.
Tingginya partisipasi ini membuktikan bahwa Karaton Surakarta tetap menjadi simpul kebudayaan yang kuat. Di tengah modernisasi, Wilujengan Nagari menegaskan posisi karaton bukan sekadar bangunan sejarah yang statis, melainkan ruang hidup bagi nilai, doa, dan ingatan budaya yang terus diwariskan lintas generasi.
