Wayang Kulit
Kamis, 30 Juli 2026 12:13 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SOLO (Soloaja.co) - Sekitar 200 siswa sekolah dasar berseragam kaos olahraga berkumpul di halaman SD Negeri Mojosongo V, Surakarta, pada Kamis, 30 Juli 2026.
Dengan penuh antusias, para siswa kelas 5 dan 6 tersebut mengikuti kegiatan mewarnai karakter Wayang Babad Kartasura menggunakan media kertas A4 dan beragam alat gambar seperti pensil warna, spidol, hingga pastel.
Tingginya minat para siswa terlihat dari banyaknya pertanyaan yang mereka ajukan mengenai pemilihan warna untuk karakter wayang yang sedang digambar.
Kegiatan mewarnai ini diawali dengan penyampaian materi wawasan seputar seni wayang. Para siswa mendengarkan pemaparan narasumber mengenai berbagai elemen Wayang Babad Kartasura, mulai dari bagian tubuh, bahan pembuatan, gapit wayang, pemilihan warna, hingga busana yang dikenakan karakter tersebut.
Untuk menambah daya tarik dan suasana ceria, narasumber dari mitra Sanggar Wayang Gamelan Sangswara, Kartasura, mengawali sesi materi dengan mengajak para siswa menyanyikan tembang dolanan bersama.
Acara Wayang Goes to School ini diinisiasi oleh tim Program Inovatif Seni Nusantara (PISN) Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Surakarta sebagai upaya mengenalkan seni tradisi kepada generasi muda sejak dini.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Hibah PISN Kemdiktisainstek bertajuk Revitalisasi Sejarah Babad Kartasura Melalui Eksistensi Dalang Wanita Lewat Pagelaran Kolaborasi Wayang dengan Motion Graphic. Tim hibah ini diketuai oleh Basnendar Herry Prilosadoso bersama anggota Ana Rosmiati, Indriati Suci Pravitasari, Sri Murwanti, serta dibantu oleh tim mahasiswa.
Kepala Sekolah SD Negeri Mojosongo V Surakarta, Tukadi, menyambut positif dan mendukung penuh jalannya kegiatan ini. Ia mengungkapkan bahwa pengenalan seni tradisi seperti wayang sejak dini sangat penting agar warisan budaya terasa lebih dekat dengan kehidupan anak-anak sekolah dasar.
Sementara itu, Basnendar Herry Prilosadoso selaku dosen DKV FSRD ISI Surakarta sekaligus ketua tim mengutarakan bahwa aksi massal ini hadir sebagai alternatif media pembelajaran yang memadukan unsur edukasi dan rekreas
Bagikan