PISN FSRD ISI Solo Angkat Lakon Kembang Ngargayasa Perjuangan Prajurit Matah Ati

Kusumawati - Senin, 27 Juli 2026 18:09 WIB
PISN FSRD ISI Surakarta gelar pertunjukan Wayang Kulit lakon Babad Kartasura Kembang Ngargoyoso (Soloaja)

SUKOHARJO (Soloaja.co) — Alunan suara gamelan dan dialog lakon wayang terdengar bergema di Sanggar Wayang Gamelan Sangswara, Sraten, Gatak, Sukoharjo, Sabtu (26/6/2026).

Di balik riuhnya alunan musik tradisional tersebut, jajaran tim Hibah Program Inovatif Seni Nusantara (PISN) FSRD ISI Surakarta bersama mitra sanggar tengah intensif menggelar latihan merancang pertunjukan wayang climen bertajuk Babad Kartasura dengan lakon Kembang Ngargayasa.

Pengasuh sanggar sekaligus dalang wanita, Nia Dwi Raharjo, tampak piawai memimpin jalannya adegan. Guru SMK Negeri 8 Surakarta tersebut dengan sigap mengendalikan karakter wayang utama, Matah Ati, sembari diiringi garap gamelan yang dinamis.

Sesekali, latihan dihentikan sejenak untuk berdiskusi bersama tim kampus guna mematangkan alur cerita dan penokohan.
Nia menjelaskan, lakon Kembang Ngargayasa mengangkat perjuangan tokoh Matah Ati, sosok perempuan pemberani yang menolak ketidakadilan dan memimpin perlawanan terhadap kolonial serta pihak pribumi yang bersekutu dengan kompeni.

"Lakon ini dikemas sedemikian rupa agar menarik serta menyampaikan pesan nasionalisme secara ringan. Target utamanya adalah para pelajar, sehingga nilai-nilai perjuangan dan perlawanan terhadap ketidakadilan dapat diserap dengan baik oleh generasi muda," ujar Nia.

Sementara itu, Ketua Tim PISN ISI Surakarta, Basnendar Herry Prilosadoso, menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini mengusung fokus Revitalisasi Sejarah Babad Kartasura Melalui Eksistensi Dalang Wanita Lewat Pagelaran Kolaborasi Wayang dengan Motion Graphic.

Menurutnya, program ini dirancang sebagai sarana edukasi sejarah Kartasura bagi siswa sekolah dasar sekaligus memberi ruang ekspresi bagi dalang wanita.

Latihan kolaboratif ini dihadiri langsung oleh tim pengabdian ISI Surakarta yang terdiri dari Basnendar Herry Prilosadoso beserta anggota tim Ana Rosmiati, Indriati Suci Pravitasari, dan Sri Murwanti, serta didampingi tim mahasiswa.

Program yang dikelola oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) di bawah naungan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun 2026 ini rencananya akan menggelar beberapa kali rangkaian latihan lanjutan.

Langkah ini dilakukan demi memastikan pertunjukan yang disajikan nantinya tidak hanya mengedukasi, tetapi juga relevan dan menghibur bagi segmentasi penonton usia sekolah.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS