Doa Anak Yatim Sanggar Bhineka untuk Jurnalis Krakatau
SUKOHARJO (Soloaja.co) – Puluhan anak yatim korban Covid-19 dan kaum duafa dari Sanggar Bhineka bersama relawan mahasiswa magang UIN Raden Mas Said Surakarta menggelar aksi doa bersama untuk para jurnalis yang hilang saat bertugas meliput Gunung Anak Krakatau, Rabu (16/9/2026).
Aksi kepedulian tersebut diawali dengan penyalaan lilin dan pembentangan poster buatan anak-anak sanggar. Poster-poster tersebut berisi ungkapan harapan agar para wartawan segera ditemukan dalam kondisi selamat, lengkap dengan lukisan Gunung Anak Krakatau bertuliskan doa agar bencana erupsi tidak terulang kembali.
- Kesejahteraan Guru PAUD Sorotan Utama Raker Dewan Pendidikan se-Solo Raya
- ASN Sukoharjo Ikut Pilkades 2026, Plt Bupati Ingatkan Teladan Berdemokrasi
Suasana haru menyelimuti lokasi saat Ustaz Darmanto dari Penyuluh Agama Kemenag Sukoharjo memimpin doa bersama. Setelah berdoa, anak-anak dan mahasiswa menuliskan ungkapan harapan pada media kertas putih bergambar Gunung Anak Krakatau.
Tulisan dari anak-anak yatim tersurat polos dan tulus, mulai dari ucapan rindu hingga pesan permohonan agar para jurnalis dapat segera berkumpul kembali dengan keluarga.
Sebagai wujud rasa sayang, salah satu anak yatim korban Covid-19, Rahma (13), menyerahkan sekuntum bunga kepada perwakilan jurnalis, Ari dari Merdeka.com. Rahma menyampaikan rasa prihatinnya atas musibah yang menimpa para jurnalis di lapangan.
"Saya ikut mendoakan mas-mas wartawan yang hilang karena sedang bertugas meliput Gunung Anak Krakatau. Semoga segera ditemukan dalam keadaan sehat," ujar Rahma.
- HUT Polantas ke-71, Polresta Surakarta Salurkan 16 Ribu Liter Air Bersih
- JSN Mengajar: PT JSN Bagikan Pengalaman Industri Jalan Tol di UMPKU
Pendiri Sanggar Bhineka sekaligus koordinator aksi, Agus Widanarko yang akrab disapa Danar, mengungkapkan bahwa kegiatan ini digelar sebagai bentuk empati sekaligus balas budi anak-anak sanggar kepada insan pers.
"Aksi ini sebagai tanda kepedulian dan terima kasih adik-adik yatim korban Covid-19 Sanggar Bhineka kepada kakak-kakak wartawan. Sanggar Bhineka sendiri dulu terbentuk karena bantuan liputan saat Covid-19 lalu, sehingga anak-anak yatim korban Covid-19 akhirnya bisa berkumpul di sini dan berdirilah sanggar belajar ini," kata Danar.
Danar menambahkan, perhatian dan kepedulian masyarakat terhadap keberadaan sanggar tersebut tumbuh dari pemberitaan yang ditulis oleh para jurnalis.
"Masyarakat yang membaca berita dari mas-mas wartawan akhirnya turut peduli pada sanggar kami. Maka sepantasnyalah apa yang terjadi pada wartawan, kami ikut prihatin dan peduli mendoakan segara ketemunya para wartawan liputan Anak Krakatau. Semoga doa anak-anak yatim ini bisa tembus langit dan besok ada kabar baik," tutur Danar.
