Satu Dekade KOBARET, Konsisten Jaga Soliditas dan Aksi Sosial

Minggu, 24 Mei 2026 14:08 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001702791.jpg
Penasehat KOBARET Dr BRM Kusumo Putro saat menyampaikan pidato dalam peringatan HUT ke 10 PSHT di De Tasikmadoe Heritage Karanganyar (Soloaja)

KARANGANYAR (Soloaja.co) — Komando Barisan Terate (KOBARET) merayakan hari jadi yang ke-10 di De Tasikmadoe Heritage, Karanganyar, Minggu (24/5). Perayaan satu dekade ini menjadi momentum bagi organisasi KOBARET Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) tersebut untuk menegaskan komitmennya dalam menjaga soliditas serta konsisten menebar manfaat sosial bagi masyarakat.

Ketua Panitia HUT ke-10 KOBARET, Jarot, menyampaikan bahwa puncak acara hari ini didahului oleh serangkaian aksi sosial yang menyasar berbagai wilayah di Solo Raya. Juga bantuan dari Baznas Karanganyar dan Bupati Karanganyar. 

"Rangkaian kegiatan dimulai sejak Sabtu dengan pembagian sembako ke Panti Asuhan Anak Seribu Pulau di Palur dan warga yang kurang mampu. Hari ini merupakan puncak acara yang diisi dengan hiburan dan pembagian sembako bantuan kepada warga sekitar," ujar Jarot.

Sesepuh KOBARET, Pakde Sriyanto, mengungkapkan rasa syukurnya atas konsistensi organisasi yang berdiri sejak 13 Mei 2016 ini. Selama sepuluh tahun berjalan, KOBARET dinilai mampu membuktikan loyalitas anggotanya dalam garis persaudaraan. 

"Alhamdulillah, 10 tahun ini kita tetap komitmen dan konsisten menjaga persaudaraan yang tulus tanpa pamrih serta selalu mengedepankan kebersamaan. Satu dekade ini menjadi bukti bahwa KOBARET mampu menjaga soliditas agar selalu berjalan linier dengan ajaran luhur perguruan," tegas Sriyanto.

Sementara itu, Penasehat sekaligus Ketua Bidang Advokasi KOBARET, Dr. BRM. Kusumo Putro SH, MH, mengapresiasi antusiasme anggota yang hadir mencapai 500 orang lebih. Ia menekankan bahwa esensi dari Kobaret adalah pengabdian sosial dan pembentukan moral yang baik.

"Kegiatan KOBARET selalu mengedepankan aksi sosial, mulai dari membantu warga yang terkena musibah, warga sakit, hingga pendampingan hukum. PSHT bukan hanya mendidik seseorang menjadi pendekar, tetapi juga mendidik watak, sifat, dan moral," jelas Kusumo.

Kusumo juga berpesan agar seluruh keluarga besar KOBARET dan PSHT tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu negatif yang dapat menjerumuskan ke ranah hukum. Ia mengajak seluruh anggota untuk menjaga hubungan baik dan membuka pintu silaturahmi dengan organisasi silat maupun organisasi olahraga lainnya.

"Jangan gampang terprovokasi. Sebagai ketua bidang advokasi, saya selalu sampaikan, selama kita berada di jalur yang benar, kita akan terus berjuang. Namun jika kita salah, jangan pernah malu untuk meminta maaf," pungkasnya.