RG MIA FP UNS Dorong Hilirisasi dan Modernisasi UKM Otak-Otak di Jebres
SOLO (Soloaja.co) — Tim Pengabdian Riset Grup (RG) Manajemen dan Inovasi Agribisnis (MIA) Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta turun langsung ke lapangan guna memperkuat sektor ekonomi mikro.
Kali ini, para akademisi melaksanakan program pendampingan komprehensif bagi UKM Waras, sebuah unit usaha pengolahan pangan berbasis ikan yang berlokasi di Guwosari RT 05/27, Kecamatan Jebres, Surakarta.
Program pengabdian masyarakat yang digulirkan sejak bulan Mei 2026 ini dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Erlyna Wida Riptanti, S.P., M.P., selaku ketua tim, dengan beranggotakan dua pakar agribisnis lainnya, yaitu Prof. Dr. Ir. Mohamad Harisudin, M.Si., dan Dr. Rr. Aulia Qonita, S.P., M.P. Langkah nyata ini menjadi bagian dari perwujudan tri dharma perguruan tinggi dalam mengentaskan persoalan riil di tengah pelaku usaha kecil.
- Raih TripAdvisor Awards 2026 The Sunan Hotel Solo Masuk 10% Hotel Terbaik Dunia
- Komisi IV DPRD Surakarta dan FKKS Godok Perubahan Perda Pendidikan
Selama ini, UKM Waras dikenal konsisten memproduksi komoditas otak-otak berbahan dasar ikan dengan cita rasa yang khas. Usaha yang telah dirintis selama beberapa tahun tersebut terbukti mampu menjadi tulang punggung dan sumber pendapatan utama bagi keluarga pemiliknya.
Namun dalam perjalanannya, unit usaha mandiri ini masih membentur tembok keterbatasan klasik, seperti minimnya variasi produk, strategi pemasaran yang konvensional, serta tata kelola administrasi manajemen usaha yang sangat sederhana.
Ketua Tim Pengabdian FP UNS, Prof. Dr. Erlyna Wida Riptanti menjelaskan, potensi serapan pasar untuk produk olahan ikan di wilayah perkotaan seperti Solo sebenarnya melonjak tinggi seiring meningkatnya kesadaran konsumsi pangan sehat. Kendati demikian, potensi tersebut sukar diraih apabila kapasitas produksi dan manajerial pemilik usaha belum ditingkatkan ke level yang lebih modern.
- PARESO Bekali UMKM Kuasai AI untuk Desain dan Video
- Upgrading Guru Al-Azhar Syifa Budi Solo Sambut Ajaran Baru
"UKM Waras memiliki fundamen rasa produk yang kuat. Guna memperluas penetrasi pasar, kami mendorong langkah diversifikasi produk dengan menghadirkan varian baru berupa bakso ikan goreng dengan memanfaatkan basis bahan baku yang serupa. Untuk memperlancar proses hilirisasi tersebut, kami juga mengintroduksikan bantuan berupa mesin pencetak bakso goreng otomatis," papar Prof. Erlyna.
Penggunaan teknologi tepat guna ini diyakini mampu mendongkrak efisiensi waktu, menekan biaya operasional produksi, serta menjamin keseragaman ukuran maupun kualitas estetika produk akhir sebelum dipasarkan. Dengan demikian, kapasitas produksi harian UKM rekanan diproyeksikan dapat meningkat secara signifikan.
Lebih lanjut, pendampingan yang diberikan oleh tim RG MIA UNS tidak berhenti pada aspek mekanisasi produksi semata.
Menyadari pentingnya aspek manajerial, tim pengabdian turut membekali pelaku usaha dengan serangkaian program pembekalan intensif. Edukasi tersebut mencakup manajemen keuangan lewat pelatihan pembukuan akuntansi sederhana agar arus kas domestik dan usaha tidak lagi tercampur.
- Horor '402 Rumah Sakit Angker Korea' Guncang Bioskop Mulai 9 Juli
- Gali Potensi Bisnis Kampus, ISI Solo Sambangi UIN Suka
Selain itu, para pakar agribisnis UNS ini juga membimbing UKM Waras dalam merancang tata letak dan identitas visual label kemasan agar tampil lebih menarik bagi konsumen modern, menyusun peta jalan strategi pemasaran daring, hingga memberikan asistensi standarisasi Good Manufacturing Practice (GMP) atau Cara Produksi Pangan yang Baik untuk menjamin higienitas serta keamanan pangan.
Melalui program jangka panjang yang terintegrasi ini, RG Manajemen dan Inovasi Agribisnis UNS berharap UKM Waras dapat bertransformasi menjadi role model usaha mikro yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing tinggi. Di samping itu, inisiatif multisektoral ini secara langsung berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Rangkaian kegiatan ini merepresentasikan pemenuhan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) lewat transfer pengetahuan praktis, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan basis ekonomi lokal, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) lewat introduksi teknologi, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) via standardisasi GMP, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) yang merekatkan kolaborasi dunia akademik dan masyarakat.
