Release Party BML Vol. 2 Dukungan PPA-Danareksa Dorong Regenerasi Musik

Sabtu, 27 Juni 2026 20:04 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001827275.jpg
Release Party Bintang Muda Lokananta vol. 2 (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) — PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) ("PPA") bersama PT Danareksa (Persero) ("Danareksa") dan Lokananta Records resmi meluncurkan album kompilasi Bintang Muda Lokananta (BML) Vol. 2. Peluncuran karya ini ditandai dengan gelaran Release Party di Studio Lokananta Surakarta, Sabtu (27/6). 

Album kompilasi ini menjadi puncak dari program inkubasi terstruktur yang dirancang untuk mendorong regenerasi industri kreatif nasional.

CEO Lokananta sekaligus inisiator BML, Wendi Putranto, menjelaskan bahwa program ini merupakan langkah nyata kolaboratif dalam merawat masa depan musik Indonesia. Lewat album mini kompilasi tersebut, Lokananta Records memperkenalkan energi segar dari lima finalis terpilih yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

"Rilisan digital dan kaset ini bukan sekadar dokumentasi program, namun penanda bahwa Lokananta Records terus bergerak sebagai rumah arsip, ruang temu, sekaligus panggung tumbuh bagi generasi baru musik Indonesia," ujar Wendi.

Lima finalis terbaik yang berhasil menembus kurasi ketat dari ratusan pendaftar tersebut adalah Drewgon (Maluku Tenggara), BeverlyLine (Semarang), Tuan Sendiri (Bandung), Gardenia (Banjarnegara), dan Barmy Blokes (Surakarta). Karya mereka kini telah siap dikomersialisasikan di berbagai platform digital serta diproduksi dalam format kaset pita edisi terbatas.

Inkubasi Bisnis dan Nilai Tambah Ekonomi

Program BML Vol. 2 dirancang sebagai ekosistem pembinaan komprehensif, mulai dari seleksi online, mentoring bersama praktisi profesional, rekaman di studio bersejarah Lokananta, hingga strategi distribusi pasar.

Kepala Divisi Sekretariat Kepatuhan dan TJSL PPA, Swasti Kartikaningtyas, menegaskan bahwa revitalisasi Lokananta tidak boleh berhenti pada perbaikan fisik, melainkan harus mampu menciptakan nilai tambah (*value creation*) bagi industri kreatif. Program BML diposisikan sebagai inkubator bisnis bagi para musisi agar memiliki daya saing tangguh dan karier berkelanjutan.

"Di sisi lain, program ini juga memperkuat pencapaian Lokananta yang mampu menggerakkan ekonomi kreatif secara sirkuler sebesar Rp35 miliar semenjak diluncurkan kembali pada tahun 2023," ungkap Swasti.

Hal senada disampaikan Corporate Secretary & CSR PT Danareksa (Persero), Agus Widjaja. Ia menyebut transformasi Studio Lokananta adalah upaya membuka ruang pertumbuhan baru bagi talenta lokal guna memberikan dampak ekonomi dan sosial yang berkelanjutan bagi negara.

Di sisi lain, Kukuh, salah satu mentor BML, berharap ajang ini bisa menjadi batu loncatan pengembangan karier para musisi. Namun, ia menggarisbawahi bahwa problem utama industri musik saat ini bukan pada kelangkaan talenta, melainkan masalah infrastruktur pendukungnya.

​"Musisi saat ini punya keinginan sendiri, mentor hanya mengarahkan tentang tujuan kelompok menuju skala nasional atau internasional karena tiap genre punya style masing-masing. Kita membantu mengarahkan dan memberi solusi. Mereka punya produk dan harus bisa mengendalikan keinginan mereka sendiri," tandas Kukuh.

Keberhasilan program ini turut dirasakan langsung oleh Drewgon, finalis asal Maluku Tenggara. Ia mengaku mendapat wawasan industri yang berharga serta ruang untuk mengeksplorasi budaya dan bahasa daerahnya tanpa kehilangan kejujuran dalam berkarya.

Sebagai langkah ekspansi pasar, setelah gelaran Release Party yang dimeriahkan oleh penampilan Rebellion Rose dan The Melting Minds ini, para finalis dijadwalkan akan langsung menjalani rangkaian tur promosi ke beberapa kota di Indonesia.