pertamina
Sabtu, 05 September 2026 18:21 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

KARANGANYAR (Soloaja.co) – Himpunan Mahasiswa Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (HM Pelita) Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) melaksanakan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPKO) melalui Program GRIKARSA Healthy Edibles di Desa Petung, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, sejak (2/6/2026) hingga (3/9/2026).
Program yang didukung oleh Belmawa Kemendiktisaintek tersebut berhasil membangun fondasi pengembangan usaha berbasis singkong melalui penguatan kapasitas masyarakat, pembentukan kelembagaan usaha, pembangunan rumah produksi, serta pengembangan produk berbasis Modified Cassava Flour (MOCAF).
Selama pelaksanaannya, program tidak hanya berfokus pada pelatihan masyarakat, tetapi juga membangun ekosistem yang mendukung keberlanjutan pengolahan singkong menjadi produk bernilai tambah guna meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat desa.
Pelaksanaan program diawali dengan kunjungan dan identifikasi potensi Desa Petung. Tim PPKO HM Pelita kemudian melaksanakan survei lokasi, sosialisasi program kepada masyarakat, serta berbagai koordinasi dengan dosen pembimbing, Bina Desa Center UNS, dan Belmawa Kemendiktisaintek. Pada tahap ini, tim juga melakukan uji laboratorium tepung MOCAF guna memastikan kualitas produk yang akan dikembangkan bersama masyarakat.
Memasuki tahap implementasi, tim bersama masyarakat mulai membangun Rumah Produksi Grikarsa sebagai pusat pengolahan singkong dan pengembangan produk berbasis MOCAF.
Untuk mendukung keberlanjutan program, dibentuk pula Kelompok Usaha Bersama (KUB) Subadhi yang dipersiapkan sebagai pengelola utama kegiatan pasca program. Berbagai pelatihan kemudian diberikan kepada anggota kelompok, mulai dari pembuatan tepung MOCAF hingga pengolahan produk turunannya yang memiliki nilai tambah ekonomi.
Selain penguatan kapasitas masyarakat, tim juga aktif membangun jejaring kemitraan dengan berbagai pihak. Audiensi dan koordinasi dilakukan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar; Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Transmigrasi, Energi, dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Karanganyar; Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Karanganyar; BAZNAS Kabupaten Karanganyar; Kecamatan Jatiyoso; serta sejumlah mitra usaha.
Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat aspek kelembagaan, legalitas usaha, keamanan pangan, hingga pengembangan pasar bagi produk MOCAF Desa Petung.
Berbagai upaya hilirisasi dan promosi produk juga dilakukan melalui pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), visitasi halal, produksi MOCAF oleh KUB Subadhi, serta partisipasi dalam kegiatan Expo Jlantah Fair dan Jlantah Run.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat mulai memperoleh pengalaman dalam memproduksi dan memperkenalkan produk berbasis MOCAF kepada khalayak yang lebih luas.
Ketua Umum HM Pelita Fakultas Pertanian UNS, Mq Irfani Alhaj, menyampaikan bahwa Program GRIKARSA Healthy Edibles dirancang tidak hanya untuk menghasilkan luaran selama masa pelaksanaan program, tetapi juga membangun sistem yang mampu berjalan secara mandiri setelah program berakhir.
“Rumah Produksi Grikarsa dan KUB Subadhi kami harapkan menjadi pusat pengembangan produk berbasis MOCAF yang dapat terus berkembang di Desa Petung. Melalui kolaborasi yang telah terbangun antara mahasiswa, masyarakat, pemerintah desa, perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan berbagai mitra, kami optimistis masyarakat mampu mengembangkan potensi singkong menjadi produk bernilai tambah yang berkelanjutan,” ujarnya.
Puncak perjalanan program ditandai dengan peresmian Rumah Produksi Grikarsa pada 3 September 2026 yang dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Pertanian UNS, Prof. Dr. Ir. Agung Wibowo, S.P., M.Si., pemerintah desa, masyarakat, serta berbagai mitra yang telah mendukung pelaksanaan program.
Rumah produksi yang dibangun melalui kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah desa tersebut secara resmi diserahkan kepada KUB Subadhi untuk dikelola dan dikembangkan secara mandiri.
Melalui Program GRIKARSA Healthy Edibles, HM Pelita UNS berharap menjadi simbol keberhasilan program dalam membangun fondasi pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan jangka pendek, tetapi juga pada keberlanjutan pengembangan ekonomi desa berbasis potensi lokal.
Bagikan