Pertahankan Prestasi! Jateng Kembali Raih TPID Terbaik Jawa-Bali 2025

Sabtu, 29 November 2025 20:05 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001084360.jpg
Presiden Prabowo bersama Gubernur Luthfi dan Gubernur Khofifah dalam penghargaan TPID (Humas Jateng)

JAKARTA (Soloaja.co) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) berhasil mempertahankan gelarnya sebagai Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) berkinerja terbaik tingkat provinsi kawasan Jawa-Bali pada tahun 2025. 

Prestasi gemilang ini diraih berkat ketangguhan provinsi tersebut dalam menjaga laju inflasi di wilayahnya sepanjang tahun.

Penghargaan ini diterima langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia dan Rakornas Pengendalian Inflasi yang digelar di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Jumat malam (28/11/2025).
"Prestasi TPID kita nomor satu," kata Gubernur Ahmad Luthfi usai menerima penghargaan tersebut.

Strategi "4K" Rega Tatas

Keberhasilan Pemprov Jateng tidak lepas dari implementasi program andalan mereka, yaitu Rega Tatas (Rega tumata, aman, terjangkau, adil, dan stabil). Program ini diwujudkan melalui strategi pengendalian inflasi “4K”:
* Keterjangkauan Harga
* Ketersediaan Komoditas
* Kelancaran Distribusi
* Komunikasi Efektif

Gubernur Luthfi menjelaskan bahwa sinergi dan berbagai upaya pengendalian inflasi telah dilakukan sejak 2024, termasuk menjaga stabilitas harga, keterjaminan pasokan pangan, serta kelancaran pendistribusian barang. Stabilitas harga di pasar dinilai krusial untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi saat ini.

Prestasi ini merupakan kali kedua beruntun, setelah Jawa Tengah juga dinobatkan sebagai TPID berkinerja terbaik kawasan Jawa-Bali pada 2024. Hal ini menunjukkan kuatnya kolaborasi, sinergi, dan inovasi dari seluruh stakeholder terkait, termasuk pemerintah kabupaten/kota.

"Ini menjadikan kita untuk lebih efektif kembali dalam rangka penetrasi harga, khususnya inflasi di wilayah kita," jelas Luthfi.

Inflasi Stabil, Ekonomi Tumbuh

Pada tahun 2025, kondisi inflasi Jawa Tengah menunjukkan laju yang stabil dan terkendali. Inflasi Oktober 2025 tercatat pada angka 2,86%, yang masih berada dalam rentang sasaran nasional, yaitu 2,5\% \pm 1\%.

Dampak positif dari pengendalian inflasi yang baik ini terlihat dari capaian makroekonomi daerah:
* Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III-2025 mencapai 5,37% (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan nasional (5,04% yoy).
* Realisasi Investasi Januari-September 2025 mencapai Rp 66,13 triliun.
* Angka Kemiskinan turun dari 9,58% (September 2024) menjadi 9,48% (Maret 2025).
* Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2025 sebesar 4,66%, turun 0,12% dari periode sebelumnya.

Upaya yang dilakukan Pemprov Jateng ini sejalan dengan program pemerintah pusat. Dalam sambutannya, Presiden RI Prabowo Subianto memuji sinergi pengelolaan perekonomian yang membuat Indonesia tangguh di tengah kondisi politik global.

"Ini adalah sinergi dan kerja sama yang cukup baik di antara pengelola perekonomian kita. Ini membuktikan kepada rakyat, memberikan optimisme kepada kita bahwa Indonesia tangguh dan mandiri, dapat berdiri di kaki sendiri," kata Presiden Prabowo.