Ribuan Semut Serbu SD di Sukoharjo, Polisi Turun Tangan Amankan Sekolah
SUKOHARJO (Soloaja.co) – Suasana belajar mengajar di SD Negeri Tempel, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, mendadak tegang pada Sabtu siang setelah sekolah diserbu oleh ribuan koloni semut.
Semut-semut tersebut merayap di dinding, halaman, hingga mendekati ruang kelas, memicu kepanikan di kalangan guru dan siswa. Beruntung, laporan cepat dari masyarakat segera direspons oleh jajaran Polres Sukoharjo.
Sekitar pukul 12.30 WIB, tim gabungan yang terdiri dari Quick Respon Pamapta dipimpin IPDA Rizky Yanu Wardana, Pasiaga Polres, Unit K9 Sat Samapta, personel Polsek Gatak, serta Relawan Saber, tiba di lokasi. Petugas langsung mendapati pemandangan mengejutkan: koloni semut dalam jumlah masif menjalar hampir di seluruh sudut bangunan sekolah.
- Jateng Kirim Bantuan Logistik dan Relawan ke Sumatera Barat
- Catur Sagotra 2025: Empat Dinasti Mataram Bersatu di Yogyakart
"Begitu sampai, kami melihat langsung ribuan semut sudah naik ke dinding dan bergerak menuju ruang kelas. Kondisi itu jelas membahayakan kenyamanan sekaligus keselamatan kegiatan belajar mengajar," ujar IPDA Rizky Yanu Wardana, mewakili Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo.
Pembersihan dan Penelusuran Sumber Serangan
Petugas gabungan segera mengambil tindakan cepat. Mereka melakukan penyemprotan cairan pembasmi di seluruh titik konsentrasi untuk menghentikan pergerakan koloni semut yang terus meluas.
Tidak hanya mengatasi serangan di dalam area sekolah, tim juga menelusuri sumber kemunculan semut. Mereka berhasil menemukan jalur utama kedatangan semut berasal dari sebuah pohon besar di area sekolah.
- Inovasi CIMB Niaga: Limit Pinjaman OCTO Loan Bisa Langsung Transaksi QRIS
- Ribuan Warga Padati Milad Muhammadiyah ke-113 Wonogiri
Sebagai langkah pencegahan agar serangan tidak terulang, petugas melakukan penebangan ringan pada bagian pohon yang menjadi akses masuk semut. Area sarang dan kerumunan semut turut dibersihkan hingga benar-benar steril dan aman.
Berkat upaya cepat dan terukur ini, dalam waktu singkat, situasi sekolah kembali kondusif. Aktivitas belajar mengajar dapat dilanjutkan dengan aman, dan para guru yang sempat cemas akhirnya bisa bernapas lega.
Polres Sukoharjo mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan kejadian serupa melalui layanan pengaduan resmi. Penanganan dini sangat ditekankan agar gangguan lingkungan seperti ini tidak menimbulkan risiko bagi keselamatan warga, terutama anak-anak di lingkungan sekolah.
