Penguatan Wellness Tourist F. MIPA UNS Gandeng UMKM RBS Rintis Sekolah Herbal

Sabtu, 25 Juli 2026 18:33 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001935487.jpg
F. MIPA UNS kolaborasi dengan UMKM Ratu Botani Solo mengembangkan herbal dukung wellness tourism (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) — Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) menunjukkan komitmen nyatanya dalam mempercepat hilirisasi riset ke masyarakat. Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (P2M), FMIPA UNS menggelar pendampingan teknologi dan kelembagaan bagi pelaku usaha herbal di Solo Raya pada Sabtu (25/7/2026).

Kegiatan bertajuk "Transformasi Produksi Herbal Terstandar dan Rintisan Sekolah Herbal Berbasis Teknologi Ekstraksi Modern pada UMKM Ratu Botani Solo" serta "Penguatan Kapasitas Kelembagaan Asosiasi Rempah Soloraya - Pareso melalui Pengadaan Fasilitas Pelatihan Mandiri Berbasis Multimedia" ini difokuskan untuk meningkatkan daya saing industri herbal lokal.

Program ini menyasar UMKM Ratu Botani Solo (RBS) sebagai mitra binaan utama. Kehadiran sebagian anggota Asosiasi Pawon Rempah Solo (Pareso) dalam pelatihan ini merupakan inisiatif dari Direktur Ratu Botani Solo, Yerma, yang juga mengemban amanah sebagai Ketua Asosiasi Pareso. 

Langkah ini diambil agar manfaat peningkatkan kapasitas dapat dirasakan secara lebih luas oleh komunitas UMKM herbal.

Rangkaian acara diawali di Ruang Sidang Dekanat FMIPA UNS dengan seremoni pembukaan dan penyerahan program oleh Ketua Tim P2M FMIPA UNS, Prof. Dr. rer. nat. Witri Wahyu Lestari, bersama Dekan FMIPA UNS, Prof. Desi Suci Handayani, S.Si., M.Si. Sesi ini dilanjutkan dengan pengarahan teknis dari Dr. apt. Rita Rakhmawati, S.Farm., M.Si. selaku narasumber dan koordinator lapangan.

Sebelum memasuki sesi praktik, para peserta mengikuti pre-test untuk mengukur pemahaman awal terkait standarisasi produksi. Peserta kemudian mengikuti workshop dan praktik laboratorium yang dilaksanakan secara intensif di Laboratorium Kimia dan Laboratorium Farmasi FMIPA UNS.

Di laboratorium, peserta dibekali ilmu mengenai penerapan teknologi ekstraksi modern, prinsip standarisasi bahan baku, serta proses pengolahan sesuai kaidah ilmiah guna menghasilkan produk herbal yang aman, efisien, dan memiliki mutu yang konsisten.

Selain penguatan kompetensi teknis, FMIPA UNS menyerahkan paket fasilitas pelatihan berbasis multimedia kepada Asosiasi Pareso. Bantuan sarana ini diharapkan dapat mendukung penyelenggaraan pelatihan, pendampingan, serta transfer pengetahuan secara mandiri dan berkelanjutan antaranggota asosiasi.

Ketua Tim P2M FMIPA UNS, Prof. Dr. rer. nat. Witri Wahyu Lestari, menegaskan bahwa kolaborasi triple-helix antara perguruan tinggi, UMKM binaan, dan komunitas usaha merupakan langkah strategis dalam mentransformasi riset menjadi produk bernilai tambah.

“Melalui transfer pengetahuan, praktik laboratorium, dan dukungan fasilitas pembelajaran, kami berharap pelaku UMKM mampu menghasilkan produk herbal yang semakin berkualitas serta membangun ekosistem pembelajaran yang terus berkembang,” ujanya.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Ratu Botani Solo sekaligus Ketua Pareso, Yerma, menyampaikan apresiasi mendalam atas pendampingan yang diberikan tim akademisi FMIPA UNS.

“Kami berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh tidak berhenti pada peserta yang hadir, namun dapat diteruskan kepada anggota lainnya sehingga semakin banyak UMKM yang mampu meningkatkan kualitas produk dan daya saing usahanya,” kata Yerma.

Program kolaboratif ini dirancang sebagai fondasi awal lahirnya Sekolah Herbal berbasis sains dan teknologi pertama di Solo Raya. Selain itu, kegiatan ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), mencakup SDG 3 (Kesehatan dan Kesejahteraan), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).