SMAN 3 Sukoharjo Gelar Pemilos E-Voting

Kusumawati - Kamis, 10 September 2026 17:13 WIB
E-Voting dalam pemilihan ketua OSIS SMAN 3 Sukoharjo (Soloaja)

SUKOHARJO (Soloaja.co) – Praktik demokrasi dan pendidikan pemilih pemula berhasil dikemas secara adaptif di SMA Negeri 3 Sukoharjo. Sekolah tersebut menggelar Pemilihan Ketua OSIS (Pemilos) memanfaatkan sistem electronic voting (e-voting) yang dikembangkan secara mandiri oleh siswanya, dengan pendampingan langsung dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukoharjo sejak Senin (7/9/2026) hingga Kamis (10/9/2026).

Ketua KPU Kabupaten Sukoharjo, Syakbani Eko Raharjo, beserta jajaran komisioner hadir memberikan sosialisasi dan mendampingi jalannya pemungutan suara.

"Pendampingan ini merupakan komitmen KPU dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dini di lingkungan sekolah tanpa harus menunggu siswa masuk daftar pemilih pemilu," ungkap Syakbani.

Proses pemungutan suara ini melibatkan sekitar 1.000 siswa dari kelas X, XI, dan XII yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk memilih satu dari empat calon Ketua OSIS. Alur pemilihan dirancang menyerupai pemilu sungguhan, dimulai dari registrasi dan verifikasi DPT, pemberian hak suara di bilik, hingga pencelupan jari ke tinta sebagai tanda telah memilih.

Meski sempat diwarnai dinamika teknis, pelaksanaan e-voting tetap berjalan lancar. Awalnya, sistem buatan siswa kelas XI ini menggunakan komputer server localhost dan komputer client. Namun, ketika terjadi kendala beban server saat giliran kelas X memilih, panitia dengan cekatan mengalihkan perangkat pemungutan suara menggunakan telepon seluler Android melalui 10 bilik suara yang disediakan.

Transparansi juga menjadi kunci utama dalam Pemilos ini. Sistem e-voting memastikan setiap siswa hanya bisa memilih satu kali, dan hasil perolehan suara dapat langsung disaksikan bersama secara real-time melalui layar proyektor.

Inovasi ini menjadikan SMA Negeri 3 Sukoharjo sebagai satu-satunya SMA di Kabupaten Sukoharjo yang menerapkan sistem e-voting dalam pemilihan Ketua OSIS. Langkah ini diharapkan mampu memberikan pengalaman praktis bagi para siswa mengenai proses pemilu yang jujur, transparan, dan bertanggung jawab.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS