Krisis Air Bersih
Senin, 21 September 2026 10:40 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SUKOHARJO (Soloaja.co) - Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukoharjo menggelar bakti sosial dengan menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 11 tanki air ke sejumlah wilayah di Kabupaten Sukoharjo yang dilanda krisis air bersih.
Bantuan tersebut disalurkan ke berbagai daerah yang membutuhkan, salah satunya di Dukuh Sinok, Desa Karangmojo, Kabupaten Sukoharjo, pada Senin (21/9/2026).
Aksi kepedulian sosial ini dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Sukoharjo, Retno Setyowati, didampingi Kepala Seksi Intelijen Muhammad Agung Wibowo. Penyaluran air bersih dilakukan sebagai wujud nyata kehadiran dan kepedulian Kejaksaan di tengah masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan akibat bencana kekeringan.
"Bantuan air bersih ini merupakan wujud nyata kepedulian Kejari Sukoharjo terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan akibat kekeringan. Kami berupaya memberikan manfaat secara langsung sekaligus meringankan beban warga dalam memenuhi kebutuhan dasar air bersih," ujar Kejari Sukoharjo, Retno Setyowati.
Ia menambahkan, kegiatan sosial ini merupakan bagian dari komitmen Kejari Sukoharjo untuk terus berkontribusi aktif membantu masyarakat. Menurutnya, Kejaksaan tidak hanya fokus pada pelaksanaan tugas penegakan hukum, tetapi juga hadir dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
Sementara itu, berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukoharjo yang disampaikan Kepala BPBD Sukoharjo Ariyanto Mulyatmojo, dampak kekeringan di Kabupaten Sukoharjo per 20 September 2026 mencakup 3 kecamatan dan 16 desa.
Tercatat sebanyak 1.855 KK atau sekitar 6.913 jiwa warga terdampak kekeringan yang tersebar di wilayah Kecamatan Tawangsari, Bulu, dan Weru.
"Hingga saat ini total bantuan air bersih yang telah disalurkan mencapai 3.424.000 liter atau setara 581 tangki. Pasokan air tersebut bersumber dari alokasi APBD maupun dukungan program CSR untuk memastikan kebutuhan air bersih warga terdampak dapat terus terpenuhi," jelas Ariyanto.
Bagikan