FORSITAMA Cemani Bekali Remaja Masjid Strategi Digital Marketing
SUKOHARJO (Soloaja.co) – Forum Silaturahmi Takmir Masjid dan Musholla (FORSITAMA) Cemani, Grogol, Sukoharjo menggelar Pelatihan Digital Marketing bagi remaja masjid di wilayah Cemani dan sekitarnya pada Minggu (20/9/2026).
Kegiatan yang bertempat di Masjid An Nahl, Jalan Sidomukti No. 42 Cemani tersebut berlangsung interaktif serta menjadi ajang penguatan silaturahmi sekaligus peningkatan potensi generasi muda masjid.
Acara menghadirkan pakar bidang digital dan kreatif Ahmad Mustaqim, S.Sn., serta pengurus bidang advokasi FORSITAMA R. Ahmad Nur Ridho Prabowo, S.H. Pemateri membawakan topik "Belajar Digital Marketing, Content Creation, Desain Grafis dan Strategi Media Sosial untuk Menghidupkan Dakwah di Era Digital, yang Aman secara Agama serta Hukum".
- HUT ke 71 Lantas Bhayangkara Gelar Aksi Polantas Presisi di CFD Sukoharjo
- Bisnis Alumni SMPN 8 Solo Makin Eksis, Es Teler ITA ITU 84 Buka Cabang di Jebres
Sebanyak 138 peserta putra dan putri perwakilan dari 25 masjid dan musholla hadir mengikuti sesi teori, praktik, hingga diskusi interaktif. Para peserta mengulas strategi pengelolaan media sosial masjid serta mendapatkan fasilitas berupa sertifikat, materi pelatihan, dan konsumsi.
Perwakilan FORSITAMA yang juga Ketua Takmir Masjid Al Fattah, Yusuf, menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang untuk menjawab tantangan digitalisasi dakwah.
"Pelatihan ini diinisiasi untuk merespons kebutuhan digitalisasi dakwah masa kini, di mana masjid tidak hanya dituntut aktif secara fisik di mimbar konvensional, tetapi juga harus mampu menghadirkan syiar yang kreatif di ruang publik digital. Melalui pendekatan digital marketing, para remaja masjid dibekali kemampuan teknis untuk mengelola akun resmi masjid secara profesional," terang Yusuf.
- 2.000 Pelari Ikut Pecahkan Rekor MURI Fun Run HUT TNI di Korem 074/Warastratama
- GSI Gelar Hero Summit 2026 di Solo, Ajak Pemuda Beraksi Berdampak
Ia menambahkan, banyak program keumatan masjid yang potensial namun kurang terdengar karena pengelolaan media sosial belum optimal. Melalui pembekalan ini, remaja masjid diharapkan mampu merancang visual konten yang informatif dan menarik.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana dari Remaja Masjid An Nahl, Alif Tegar Oktavianto, menekankan pentingnya peran saluran digital resmi. Menurutnya, platform seperti Instagram, YouTube, hingga TikTok berperan sebagai etalase informasi umat, sehingga keterlibatan remaja menjadi kunci utama penggerak dakwah digital.
Salah satu peserta dari Masjid Al Muttaqien, Nur Laily, menyambut positif penyelenggaraan acara ini dan berharap ilmu yang didapat dapat segera diterapkan di lingkungan masjid masing-masing demi kemaslahatan umat.
