Panji Mider Ingrat: Pesan Kepemimpinan dari Mugiyono Kasido di Hari Tari Dunia

Selasa, 05 Mei 2026 13:49 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001639281.jpg
Mugiyono Kasido (Soloaja)

SUKOHARJO (Soloaja.co) – Perayaan Hari Tari Dunia (HTD) 2026 di Kabupaten Sukoharjo ditutup dengan penampilan memukau dari maestro tari internasional, Mugiyono Kasido. Bertempat di Taman Budaya Sukoharjo, Rabu (29/4/2026) malam.

Seniman yang telah melanglang buana ke 20 negara tersebut menyuguhkan karya terbaru bertajuk Panji Mider Ingrat.

Tampil tunggal dalam balutan sarung Goyor handmade bercorak putih dan hijau, Mugiyono mengawali aksinya dengan menutupi kepala menggunakan sebagian kain sarung tersebut. 

Kehadiran Topeng Panji berwarna hijau yang dipadukan dengan iringan musik etnik dari petikan alat musik Hasani dan denting bel Tibet karya Mumtaz Pajut Nurogo, menciptakan suasana magis di Pendopo Taman Budaya Suryani.

Secara filosofis, Panji Mider Ingrat bermakna berkeliling wilayah, mulai dari desa, kota, hingga pesisir pantai. Melalui gerak tubuhnya, Mugiyono menyisipkan pesan mendalam mengenai gaya kepemimpinan yang ideal.

"Mider Ingrat maksudnya berkeliling wilayah ke desa, ke kota, ke pantai. Melalui karya ini, saya ingin menyiratkan pesan agar pemimpin itu membumi dan memperhatikan rakyatnya. Turun dan melihat secara langsung sehingga tidak keliru dalam mengambil kebijakan," ujar Mugiyono usai pertunjukan.

Perhelatan HTD di Sukoharjo tahun ini merupakan penyelenggaraan tahun kedua yang diikuti oleh sedikitnya 15 sanggar tari lokal. Koordinator sanggar tari, Yohanes Sri Raharjo, mengapresiasi kekompakan para seniman yang tetap konsisten merayakan hari besar tari ini melalui semangat gotong royong antar sanggar.

Antusiasme dan kemandirian para seniman tari ini mendapat respons positif dari pemerintah daerah. Dalam upacara pembukaan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo, Havid Danang Purnomo Widodo, menjanjikan dukungan yang lebih nyata di masa mendatang.

"Kami sangat bersyukur karena Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam sambutannya menjanjikan bahwa Pemerintah Daerah akan menganggarkan kegiatan serupa untuk tahun depan. Tentu ini menjadi angin segar bagi ekosistem seni tari di Sukoharjo," tutur Raharjo.

Sajian Panji Mider Ingrat dari Mugiyono Kasido resmi menjadi penutup rangkaian acara yang berlangsung sejak siang hingga malam hari tersebut, sekaligus menjadi simbol harapan bagi kemajuan seni budaya dan tata kelola kebijakan yang lebih berpihak pada rakyat di Sukoharjo.