Program CKG Menuju Lansia Sehat, Investasi Masa Depan Bangsa

Kusumawati - Selasa, 05 Mei 2026 11:45 WIB
Kegiatan Gubernur Jateng Lutfi gencar dengan program CKG khususnya lansia (Soloaja)

JAKARTA (Soloaja.co) – Pemerintah terus memacu program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai fondasi utama transformasi kesehatan preventif di Indonesia. Langkah ini bukan sekadar pemeriksaan rutin, melainkan strategi besar untuk meningkatkan Healthy Average Life Expectancy (HALE) atau angka harapan hidup sehat masyarakat.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti adanya kesenjangan antara usia harapan hidup dengan masa hidup sehat. Merujuk data WHO, rata-rata warga Indonesia mulai mengalami penurunan kualitas kesehatan di usia 65 tahun, meski usia kematian rata-rata berada di angka 74 tahun.

"Jangan sampai sakit. Itu sebabnya Presiden Prabowo memberikan arahan agar Cek Kesehatan Gratis dilakukan minimal setahun sekali sebagai cara terbaik menjaga kebugaran," ujar Menkes Budi.

Fokus pada Kelompok Rentan

Program ini menjadi krusial untuk menekan angka penyakit tidak menular (PTM) seperti stroke, jantung, dan kanker. Hingga saat ini, program CKG telah berhasil menjangkau 6 juta lansia, atau sekitar 35,5% dari target nasional sebesar 16,9 juta jiwa.

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, Imran Pambudi, menjelaskan bahwa hasil skrining di lapangan memberikan gambaran nyata mengenai tantangan klinis yang dihadapi lansia, mulai dari:
* Gangguan mobilitas dan risiko jatuh.
* Penurunan fungsi kognitif (demensia).
* Masalah nutrisi dan kesehatan mental.

Integrasi Data untuk Kebijakan Tepat Sasaran

Pemerintah menegaskan bahwa data yang terkumpul dari program CKG akan diintegrasikan untuk memetakan wilayah yang membutuhkan intervensi medis lebih intensif. Dengan deteksi dini yang kuat, diharapkan masyarakat tidak hanya berumur panjang, tetapi juga tetap produktif dan mandiri di masa tua.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS