Workshop
Kamis, 15 Januari 2026 14:43 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SUKOHARJO (Soloaja.co) – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi meluncurkan transformasi besar-besaran untuk mengatasi kesenjangan kualitas pendidikan di Indonesia.
Dalam Pertemuan Ilmiah MKKS SMP Se-Subosukawonosraten (Sukoharjo, Boyolali, Surakarta, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, Klaten) di Gedung Budi Sasono, Sukoharjo, Kamis (15/1/2026), Mendikdasmen Dr. Fajar Riza Ul Haq memaparkan langkah strategis yang menyasar infrastruktur hingga kesejahteraan guru.
Mendikdasmen mengungkapkan bahwa fokus utama tahun ini adalah percepatan digitalisasi dan perbaikan fisik. Pemerintah menargetkan rehabilitasi hampir 60.000 sekolah di seluruh Indonesia serta membagikan lebih dari 288.000 perangkat interaktif untuk mendukung pembelajaran.
Selain itu, kurikulum baru akan diperkuat dengan mata pelajaran Coding dan Kecerdasan Buatan (AI) guna membangun literasi digital yang bertanggung jawab sejak dini.
Peningkatan kualitas tenaga pendidik juga menjadi prioritas. Menanggapi masih adanya 250.000 guru yang belum berkualifikasi S1 atau D4, pemerintah menyiapkan beasiswa untuk 150.000 guru tahun ini.
Program ini bertujuan agar para guru dapat segera mengikuti sertifikasi PPG, yang diharapkan tuntas dalam 3 hingga 4 tahun ke depan demi meningkatkan kesejahteraan dan kompetensi mereka. Peran Guru Bimbingan Konseling (BK) juga diperkuat sebagai garda terdepan penjaga kesehatan mental siswa.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukoharjo, Havid Danang P.W., memberikan peringatan keras kepada para guru di wilayahnya. Ia menegaskan akan rutin melakukan inspeksi mendadak atau "blusukan" untuk mengevaluasi kualitas pengajar secara langsung, menyusul laporan adanya guru yang sering meninggalkan kelas.
Havid menegaskan bahwa kualitas pendidik adalah alasan utama orang tua memilih sekolah, bukan sekadar infrastruktur. Ia tidak segan mengambil tindakan tegas bagi guru yang terbukti bolos di jam kerja, mulai dari pembinaan hingga sanksi penurunan angka kredit.
Selain itu, Disdik Sukoharjo akan memperkuat karakter siswa melalui berbagai pelatihan dan kegiatan religi untuk membangun kemandirian anak didik.
Transformasi ini juga mencakup penguatan program gizi di sekolah guna mengatasi masalah stunting, memastikan siswa memiliki kesiapan fisik dan mental yang optimal untuk mengikuti proses pembelajaran di era baru ini.
Bagikan