UMS Gelar Yudisium PPG 10.855 Guru, Terjauh Daring di Mekah
SOLO (Soloaja.co) – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali mempertegas posisinya sebagai pencetak pendidik unggul di tanah air.
Melalui Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), UMS menggelar Yudisium Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi 10.855 lulusan di Edutorium KH Ahmad Dahlan, Sabtu (31/1/2026).
Jumlah lulusan yang sangat besar ini terdiri dari 281 Calon Guru dan 10.574 Calon Guru Tertentu. Dengan tambahan ini, total sertifikat profesi guru yang telah diterbitkan UMS sejak tahun 2007 hingga 2025 kini menembus angka lebih dari 130 ribu lulusan.
- Viral Digigit Kobra Dalam Paket di Sukoharjo, Ini Faktanya!
- Menaker di UMS : Skill AI Penentu Rekrutmen Kerja !
Inovasi Pasca-Lulus: Balai Profesi hingga Beasiswa S2 Jalur Cepat
Dekan FKIP UMS, Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Pd., menegaskan bahwa peran UMS tidak berhenti pada proses yudisium. Pihaknya berkomitmen melakukan pembinaan berkelanjutan melalui pendirian Balai Pengembangan Profesi Guru dan Tenaga Kependidikan.
Selain itu, UMS menawarkan peluang studi lanjut bagi alumni PPG melalui program beasiswa S2 dengan skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
"Skema RPL memungkinkan masa studi S2 menjadi lebih singkat, yakni hanya satu tahun saja," jelas Anam.
- Cetak Pionir, HMP Ikom UDB Gelar LDK Perdana 'COMM-PASS'
- UMS Tuan Rumah Munas Aslama PTMA, Fokus Perkuat Kaderisasi
Pesan Wamen: Guru Harus Jadi Arsitek Pembelajaran
Hadir dalam acara tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamen Dikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, memberikan tantangan serius bagi para lulusan. Ia mengingatkan bahwa di era digital, murid seringkali menyerap informasi lebih cepat daripada guru.

"Anak-anak kita hari ini mungkin lebih cepat belajar dibanding guru-gurunya. Kalau guru-gurunya kalah langkah, maka muridnya merasa tidak mendapat apa-apa dari sekolah," tegas Fajar.
Ia menekankan bahwa paradigma pembelajaran harus bergeser. Guru tidak lagi sekadar "operator kurikulum", melainkan harus menjadi:
* Inspirator: Membangkitkan semangat belajar.
* Fasilitator: Membantu proses penyerapan ilmu.
* Arsitek Pembelajaran: Merancang metode yang interaktif dan menyenangkan.
Pemerintah, lanjut Fajar, terus mendorong penguatan metodologi dan pedagogik melalui konsep deep learning untuk melatih nalar kritis siswa.
- Sinopsis Lengkap No Tail to Tell, Drakor Fantasi Romantis
- UpScrolled Muncul, Alternatif TikTok Karya Palestina
Misi Memartabatkan Murid
Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., dalam pidatonya mengajak para lulusan untuk selalu mengamalkan hakikat pendidikan sejati. Ia meminta para guru baru ini untuk mengedepankan prinsip memartabatkan murid, memartabatkan kehidupan, dan transendensi (nilai spiritual).
"Sebaik-baik guru adalah yang memberikan manfaat bagi para pelajar melalui pendidikan," tutur Harun di hadapan ribuan peserta yudisium yang hadir secara langsung maupun daring.
UMS mendapat kepercayaan melakukan Program PPG sesuai kuota dari pemerintah. Untuk lulusan tahun ini peserta PPG tersebar merata di seluruh kota di Indonesia hingga luar negeri.
“Tidak semua lulusan ikut yudisium luring banyak yang secara daring termasuk guru yang saat ini sedang mengajar di Mekah, tadi ikut yudisium secara daring,” Tandas Prof Harun.
