Wamen Fajar Riza: Santri Harus Pimpin Era AI dengan Adab

Kusumawati - Sabtu, 31 Januari 2026 18:25 WIB
Wamendikdasmen Fajar Riza saat berkunjung ke PPMI Assalam Sukoharjo (Soloaja)

SUKOHARJO (Soloaja.co) – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A., melakukan kunjungan strategis ke Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam Surakarta, Sabtu (31/1/2026).

Di hadapan 2.100 santri, Wamen menekankan pentingnya penguatan karakter di tengah gempuran teknologi masa depan.

Kunjungan ini disambut meriah oleh jajaran pengasuh dan pimpinan pesantren. Momentum ini dimanfaatkan Wamen untuk memberikan motivasi mengenai peran krusial pesantren di era kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Teknologi Bisa Dipelajari, Karakter Tak Tergantikan

Dr. Fajar Riza Ul Haq menegaskan bahwa meskipun perkembangan AI sangat pesat, pesantren memiliki peran strategis yang tidak bisa digantikan oleh mesin mana pun, yakni pembentukan karakter.

“Pesantren adalah ruang untuk mengasah integritas, kepekaan hati, solidaritas, dan tanggung jawab moral. Nilai-nilai inilah yang justru semakin dibutuhkan di era AI,” ujar Fajar di hadapan ribuan santri Assalam.

Menurutnya, penguasaan literasi baru abad ke-21 seperti coding dan AI memang penting untuk dikenalkan kepada santri. Namun, ia mengingatkan agar teknologi tersebut tetap berpijak pada nilai-nilai adab. Coding disebutnya sebagai cara berpikir, sementara AI adalah alat untuk memperkuat kapasitas manusia, bukan untuk menggantikan peran manusia seutuhnya.

Menyiapkan Pemimpin Masa Depan

Wamendikdasmen mendorong para santri Assalaam agar tidak hanya menjadi pengikut atau pengguna teknologi, melainkan menjadi pemimpin yang mampu mengarahkan teknologi demi kemaslahatan bangsa.

“Santri harus disiapkan tidak hanya untuk beradaptasi dengan era digital, tetapi untuk memimpin pemanfaatan teknologi agar membawa manfaat bagi kemanusiaan,” imbuhnya.

Inspirasi Bagi Tokoh Bangsa

Sesi kunjungan berlangsung interaktif dengan dialog dua arah. Para santri aktif mengajukan pertanyaan, yang dinilai Wamen sebagai tanda tumbuhnya kepercayaan diri dan keberanian dalam berpendapat.

Sekretaris PPMI Assalaam, Dr. Arkanudin Budiyanto, M.I.Kom., menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran Wamendikdasmen di kampusnya.

“Semoga pertemuan ini memberi energi positif dan menginspirasi santri untuk tumbuh menjadi tokoh bangsa di masa depan,” harapnya.

Kunjungan ini semakin mempertegas posisi PPMI Assalaam sebagai mitra strategis pendidikan nasional yang mampu mencetak generasi unggul intelektual, kokoh secara moral, dan tetap relevan di tengah persaingan global.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS