KAI
Rabu, 04 Maret 2026 09:01 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

JAKARTA (Soloaja.co) — Korlantas Polri mulai mematangkan strategi pengamanan arus mudik dan balik Idulfitri 1447 H melalui penyelenggaraan Tactical Floor Game (TFG) Operasi Ketupat 2026. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, ini berlangsung di Aula Madellu Korlantas Polri, Selasa (3/3/2026).
TFG menjadi langkah krusial untuk menyelaraskan skenario pengamanan di seluruh jalur utama Indonesia, mulai dari Lampung hingga Bali. Simulasi ini dirancang agar seluruh pemangku kepentingan memiliki kesamaan persepsi dalam bertindak saat terjadi lonjakan volume kendaraan.
Skenario One Way hingga Contraflow
Irjen Pol Agus Suryonugroho menjelaskan bahwa simulasi ini mencakup detail teknis penerapan rekayasa lalu lintas, seperti sistem satu arah (one way), contraflow, hingga pengalihan arus di pintu keluar tol yang krusial.
“Kami memastikan skenario cara bertindak ketika terjadi bangkitan arus, baik di jalan tol maupun arteri. Melalui simulasi ini, kita mencari solusi terbaik agar potensi gangguan keamanan dan kelancaran lalu lintas dapat dikendalikan sejak awal,” terang Agus Suryonugroho.
Pemetaan pengamanan tidak hanya berfokus pada jalan tol, tetapi juga mencakup area rawan macet di pelabuhan, kawasan wisata, dan jalur arteri yang menjadi urat nadi pergerakan masyarakat.
Optimalisasi Teknologi Traffic Counting
Menghadapi tantangan tahun ini, Korlantas Polri mengoptimalkan teknologi berbasis real-time information. Salah satu fitur unggulannya adalah traffic counting yang mampu memantau volume kendaraan secara langsung dan akurat.
Teknologi ini memungkinkan petugas di lapangan untuk merespons kendala secara cepat, seperti penanganan kendaraan mogok atau kecelakaan lalu lintas. “Kami sudah siap dengan pola pelayanan darurat yang didukung pantauan kondisi lapangan secara real-time,” tegas mantan Wakapolda Jateng tersebut.
Kolaborasi Lintas Sektoral
Dalam Operasi Ketupat 2026, Korlantas Polri akan menerjunkan tim urai khusus yang melibatkan personel Polwan dan Kowad. Pengamanan ini juga melibatkan kolaborasi penuh dengan berbagai instansi terkait, di antaranya:
* Kementerian Perhubungan
* Kementerian PUPR
* Jasa Marga
* Jasa Raharja
Melalui persiapan matang ini, Polri berharap arus mudik dan balik tahun 2026 dapat berjalan aman, nyaman, dan terkendali bagi seluruh lapisan masyarakat.
Bagikan