Sharing Tata Kelola Organisasi, SEMA Trisakti Jakarta Kunjungi BEM FEB UMS
SOLO (Soloaja.co) — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menerima kunjungan studi banding dari Senat Mahasiswa (SEMA) Trisakti School of Management Jakarta. Agenda yang diikuti sekitar 70 peserta tersebut berlangsung di Ruang Seminar Lantai 8 Gedung FEB UMS, Sabtu (30/5).
Pertemuan lintas kampus ini menjadi sarana strategis untuk mempererat hubungan antarlembaga, sekaligus sebagai wadah brainstorming dan benchmarking guna meningkatkan kualitas tata kelola organisasi, sistem kerja, serta pengembangan program kemahasiswaan di masing-masing institusi.
- Polres Sukoharjo Gelar Baksos dan Screening TB di Telukan
- Ketua Umum PAEI Sebut DSI Langkah Positif bagi Tata Kelola Ekspor
Ketua BEM FEB UMS, Arif Ginanjar Pratama, menyampaikan bahwa studi banding ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, melainkan media pembelajaran bersama untuk memperkuat kapasitas organisasi melalui perspektif-perspektif baru.
“Pertemuan ini menjadi kesempatan yang baik untuk saling berbagi pengalaman, bertukar gagasan, serta membangun kolaborasi yang berkelanjutan antara BEM FEB UMS dan SEMA Trisakti School of Management,” ujar Arif, Jumat (5/6).
Ia berharap, hasil diskusi yang diperoleh dapat menjadi referensi berharga dalam pengembangan organisasi di masa mendatang, serta memberikan manfaat nyata yang dapat diimplementasikan di lingkungan internal masing-masing lembaga.
Rangkaian acara diawali dengan seremoni pembukaan dan pemotongan tumpeng secara simbolis sebagai tanda dimulainya agenda. Setelah itu, memasuki sesi sharing session, perwakilan pimpinan dari kedua organisasi saling memaparkan profil lembaga, mekanisme pengelolaan, hingga program-program unggulan yang telah berjalan.
- Telkom Luncurkan AIcosystem untuk Kedaulatan Digital
- Mengenang Sejarah, Bupati Agus Irawan Ikuti Niti Tilas dan Kirab Obor
Para peserta dari Jakarta juga diajak melakukan visiting campus untuk mengenal lebih dekat fasilitas serta budaya akademik yang berkembang di lingkungan UMS.
Memasuki sesi inti, para mahasiswa terlibat dalam project breakdown untuk membedah studi kasus organisasi. Sesi ini memicu diskusi aktif dalam merumuskan alternatif program dan solusi inovatif atas tantangan yang dihadapi lembaga. Acara kemudian ditutup dengan Focus Group Discussion (FGD) yang dibagi spesifik berdasarkan bidang atau departemen relevan demi pendalaman program kerja yang lebih teknis.
