Lewat Budikdalon, KKN UNISRI Ajak PKK Jatibatur Kreatif Cukupi Kebutuhan Dapur

Kamis, 13 Agustus 2026 07:59 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1002000872.jpg
Sosialisasi Budikdalon oleh mahasiswa KKN UNISRI di Gemolong Sragen (Soloaja)

SRAGEN (Soloaja.co) – Mengubah barang bekas yang menumpuk di rumah menjadi sumber pangan produktif dilakukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta. Bertempat di Desa Jatibatur, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, mereka mengenalkan inovasi "Budikdalon" atau Budidaya Ikan dalam Galon kepada ibu-ibu PKK setempat.

Program Budikdalon ini dirancang sebagai langkah nyata dalam menyiagakan ketahanan pangan skala rumah tangga sekaligus strategi efisiensi pengeluaran harian. 

Mengingat galon air mineral bekas sangat mudah ditemukan di lingkungan pemukiman, mahasiswa UNISRI memanfaatkannya sebagai wadah budidaya ikan lele yang efisien, hemat tempat, dan ramah kantong bagi warga Desa Jatibatur.

Solusi Cerdas Cukupi Kebutuhan Dapur

Antusiasme menyelimuti jalannya kegiatan di tengah kumpulan ibu-ibu PKK. Para peserta tidak hanya menerima pemaparan teori, tetapi juga diajak terlibat langsung dalam praktik perakitan media Budikdalon. Proses pembuatannya sangat praktis dan terjangkau karena tanpa memerlukan sistem filter air yang rumit.

Salah stau peserta KKN Linov Dhipa Satria Bujja, mahasiswa Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Dan Bisnis UNISRI memberi pelatihan pada ibu PKK tentang Budikdalon. 

Galon bekas cukup diberi lubang sirkulasi udara di bagian atas serta dipasangi keran di bagian bawah. Keran ini berfungsi memudahkan pembuangan sisa makanan dan kotoran lele secara berkala. Setelah media siap, kegiatan dilanjutkan dengan pelepasan benih ikan lele ke dalam galon.

“Melalui cara ini, ibu-ibu diajak untuk secara mandiri memproduksi lauk-pauk sehat di pekarangan rumah, sehingga pengeluaran untuk belanja dapur harian bisa dipangkas secara signifikan.” Kata Linov, Rabu (12/08). 

Guna memperkuat dampak manfaat kegiatan, inovasi Budikdalon ini disinergikan melalui kolaborasi erat dengan dua program kerja mahasiswa lainnya sebagai pendukung, yaitu:

Edukasi Penghematan Uang Belanja: Memberikan wawasan tentang pemanfaatan pekarangan untuk kebutuhan sayur harian keluarga melalui budidaya hidroponik mandiri.

Penerapan Sistem Aquaponik: Memadukan media Budikdalon dengan integrasi tanaman sayur di bagian atasnya demi mewujudkan ketahanan pangan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Dorong Kemandirian Ekonomi

Suasana sosialisasi berlangsung hangat dan interaktif. Ibu-ibu PKK Desa Jatibatur terlihat aktif mengajukan pertanyaan seputar perawatan ikan lele, pemberian pakan, hingga jadwal pengurasan air melalui keran agar kualitas air tetap terjaga.

Selain memberikan dampak langsung berupa penghematan anggaran belanja harian, Budikdalon juga memiliki nilai tambah dari segi finansial. Jika dikelola secara telaten dan dikembangkan dalam jumlah yang lebih banyak, hasil panen ikan lele maupun sayuran ini berpotensi untuk dipasarkan di lingkungan sekitar, sehingga mampu menambah pundi-pundi pendapatan rumah tangga.

Melalui langkah nyata dan kolaboratif ini, mahasiswa KKN-PPM UNISRI berharap para anggota PKK Desa Jatibatur dapat terus merawat serta menularkan semangat Budikdalon secara mandiri dan berkelanjutan.