Komisi VIII Tinjau Pabrik Makanku Katering Haji, 2 Juta Porsi Menu Nusantara

Kamis, 23 April 2026 11:30 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001599594.jpg
Komisi VIII DPR-RI dan BPKH meninjau pabrik PT HATI disambut owner Puspo Wardoyo (Soloaja)

SURAKARTA (Soloaja.co) - Kabar baik bagi jamaah haji Indonesia yang seringkali kesulitan beradaptasi dengan menu makanan di tanah suci. Produk kuliner siap saji kebanggaan Solo, Makanku, masih menjadi penyedia logistik pangan untuk musim haji tahun ini. 

Memastikan kualitas menu nusantara dari Makanku, Komisi VIII DPR-RI bersama Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dipimpin Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, mengunjungi pabrik PT HATI di Cemani, Sukoharjo, Kamis (23/4).

Abdul Wachid didampingi anggota DPR RI Singgih Januratmoko dan anggota lainnya juga melihat langsung proses produksi yang dilakukan oleh perusahaan milik Puspo Wardoyo tersebut. 

"Masalah klasik jamaah haji adalah ketidakcocokan rasa makanan yang didominasi aroma khas India atau Pakistan, sehingga banyak jatah katering yang akhirnya tidak termakan. Dengan menu dari Makanku dengan menu nusantara bisa dipastikan makan jemaah haji enak dan nyaman," Ungkap Wachid. 

Hadirnya Makanku dengan sembilan varian menu asli nusantara seperti rendang, opor ayam, hingga gudeg, dinilai menjadi obat rindu bagi jamaah. 

Selain faktor rasa, Wachid memuji teknologi sterilisasi canggih yang digunakan sehingga makanan tetap aman dikonsumsi hingga dua tahun tanpa bahan pengawet sedikitpun. Standar higienis pabrik juga dipastikan sangat ketat guna menjamin kesehatan para tamu Allah di Arab Saudi nanti.

“Nanti kami akan laporkan pada Presiden Prabowo Subianto bahwa PPT HATI perusahaan katering anak negeri ini mampu menyediakan menu haji berkualitas,” Imbuh Wachid. 

Guna menjaga konsistensi kualitas ini, Komisi VIII DPR RI tengah merancang regulasi kontrak jangka panjang selama 5 hingga 10 tahun bagi penyedia katering dan pemondokan. 

Langkah strategis ini diharapkan dapat menekan biaya haji sekaligus memberikan kepastian bagi pengusaha lokal untuk berinvestasi lebih besar, termasuk rencana PT HATI membangun dapur mandiri di Arab Saudi.

Owner PT HATI produsen Makanku, Puspo Wardoyo menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi 2 juta boks makanan yang telah disiapkan. Meski tantangan harga bahan baku sedang meningkat, ia memastikan kualitas rasa tidak akan berubah karena seluruh bumbu dan bahan utama tetap dipasok langsung dari tanah air demi menjaga autentisitas menu bagi jamaah Indonesia.

​"Bahan baku tetap kita bawa dari Indonesia agar cita rasa tidak berubah. Kami berharap pemerintah dapat memberikan dukungan melalui skema kerjasama yang lebih panjang sehingga pengusaha lokal memiliki kepastian dalam berinvestasi di sana," pungkas Puspo.