menabung
Jumat, 14 Agustus 2026 06:20 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SRAGEN (Soloaja.co) — Gizi buruk dan minimnya pengetahuan tentang tumbuh kembang anak masih menjadi salah satu penyebab utama stunting yang kini menjadi sorotan tajam pemerintah Indonesia. Guna mengatasi persoalan tersebut, pemerintah terus menggerakkan seluruh pihak untuk mendukung sosialisasi penanganan stunting, termasuk melibatkan kalangan mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Hal ini pula yang menjadi fokus sasaran peserta KKN PPM Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta. Salah satu langkah nyata dilakukan oleh Winda Jeni Febriyana, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Unisri yang tengah melaksanakan KKN di Kabupaten Sragen.
Winda menjalankan program kerja individu berupa edukasi gizi seimbang bagi peserta didik di SD N 1 Ngargotirto, Desa Ngargotirto, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen. Kegiatan yang menyasar siswa kelas 3 dan 4 SD ini mengangkat tema "Optimalisasi Pengetahuan Gizi Seimbang Guna Mendukung Tumbuh Kembang Anak Usia Sekolah".
“Program ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pemahaman anak usia sekolah mengenai pentingnya pola makan bergizi seimbang. Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung pada tumbuh kembang fisik maupun kemampuan belajar mereka di sekolah.” Kata Winda.
Sebagai mahasiswa PGSD, Winda melihat bahwa gizi seimbang bukan hanya persoalan kesehatan semata. Hal itu juga berkaitan erat dengan kesiapan belajar dan tingkat konsentrasi anak di dalam kelas. Oleh karena itu, penanaman pemahaman ini dinilai sangat penting untuk diperkenalkan sejak usia sekolah dasar melalui pendekatan pedagogis yang sesuai dengan karakteristik peserta didik.
Berbekal ilmu kependidikan yang dipelajari selama perkuliahan di Unisri, Winda menyampaikan materi menggunakan metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan (joyful learning). Materi yang diberikan mencakup pengenalan kandungan vitamin dalam buah-buahan serta penerapan konsep "Isi Piringku" sebagai panduan pola makan sehat sehari-hari.
Seluruh kegiatan dirancang melalui penjelasan sederhana, kuis edukatif, dan aktivitas kelompok yang disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif anak usia sekolah dasar agar lebih mudah dipahami.
Melalui program ini, Winda berharap dapat memberikan kontribusi positif yang tidak hanya menyentuh bidang kesehatan, tetapi juga memperkuat proses belajar-mengajar di sekolah dasar. Dengan demikian, siswa SD N 1 Ngargotirto diharapkan dapat lebih memahami pentingnya gizi seimbang dan langsung menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari guna mendukung tumbuh kembang yang optimal.
Bagikan