Terus Melemah, Harga Emas Kini Berada di Titik Terendah Sejak Juli
JAKARTA — Harga emas batangan yang dijual melalui Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kembali mengalami penurunan pada Selasa, 29 September 2026. Harga emas tercatat turun Rp17.000 per gram menjadi Rp2.580.000, dari posisi sebelumnya sebesar Rp2.597.000 per gram.
Penurunan yang lebih dalam terjadi pada harga buyback Logam Mulia. Harga pembelian kembali emas turun Rp47.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.422.000 menjadi Rp2.375.000 per gram.
Dengan perubahan tersebut, selisih antara harga jual emas dan harga buyback pada hari ini mencapai Rp205.000 per gram.
Berikut daftar harga emas Antam hari ini, Selasa, 29 September 2026.
| Ukuran | Harga |
|---|---|
| 0,5 gram | Rp1.340.000 |
| 1 gram | Rp2.580.000 |
| 2 gram | Rp5.110.000 |
| 3 gram | Rp7.640.000 |
| 5 gram | Rp12.675.000 |
| 10 gram | Rp25.235.000 |
| 25 gram | Rp62.962.000 |
| 50 gram | Rp125.845.000 |
| 100 gram | Rp251.612.000 |
| 250 gram | Rp628.765.000 |
| 500 gram | Rp1.257.320.000 |
| 1.000 gram | Rp2.514.600.000 |
Sumber: Logam Mulia, 29 September 2026
Insight TrenAsia
Buyback Anjlok Hampir Tiga Kali Lipat Penurunan Harga Jual, Spread Melonjak ke Rp205.000
Ini yang paling mengkhawatirkan hari ini. Harga jual turun Rp17.000, tapi buyback anjlok Rp47.000 — hampir tiga kali lipat. Spread melonjak dari Rp175.000 kemarin ke Rp205.000 hari ini, lompatan Rp30.000 dalam satu hari yang menjadi pelebaran spread terbesar sejak pertengahan Juni 2026.
Bagi pemegang emas yang ingin menjual hari ini, kondisinya memburuk sangat signifikan dibanding kemarin. Dari harga beli sekarang, break-even tercapai setelah kenaikan sekitar 7,9% — beban yang kembali mendekati level berat yang pernah dirasakan selama periode tekanan Juni-Juli 2026.
Empat Hari Beruntun Merah, Harga Terendah Sejak Juli 2026
Emas Antam turun empat hari berturut — total koreksi Rp73.000 per gram sejak Rabu, 23 September 2026. Harga Rp2.580.000 adalah level terendah yang tercatat sejak pertengahan Juli 2026 dan sudah menembus ke bawah semua titik support penting yang pernah menahan harga sepanjang Agustus-September 2026.
Dalam sebulan terakhir sejak puncak Agustus di Rp2.750.000 pada 26 Agustus 2026, total koreksi kini mencapai Rp170.000 per gram. Dari puncak Mei di Rp2.859.000 pada 12 Mei 2026, jarak kini Rp279.000 per gram atau sekitar 9,8% — mendekati ambang psikologis 10% yang belum pernah tertembus sepanjang 2026.
Dolar Menguat Tajam, Ekspektasi Pemangkasan November Semakin Tipis
Tekanan empat hari beruntun ini bersumber dari kombinasi faktor global yang datang bersamaan. Dolar AS menguat ke level tertinggi dalam beberapa pekan setelah data ekonomi AS yang konsisten solid mengurangi tekanan pada The Fed untuk memangkas suku bunga lagi di November 2026.
Peluang pemangkasan November di pasar swap suku bunga kini turun ke kisaran 35% — untuk pertama kalinya sejak pemangkasan September, skenario menahan suku bunga menjadi pandangan mayoritas pasar.
Di sisi domestik, rupiah melemah ke kisaran Rp17.800 per dolar AS, yang seharusnya menopang harga emas domestik lewat efek konversi — tapi tekanan dari pasar global jauh lebih dominan hari ini. Perhatian kini tertuju penuh pada data NFP AS yang rilis Jumat, 3 Oktober 2026.
Jika data itu melunak dan membalik ekspektasi, harga emas Antam bisa rebound signifikan. Tapi jika NFP kembali solid, spread Rp205.000 hari ini bisa menjadi awal dari pelebaran yang lebih jauh dan harga berisiko menembus ke bawah Rp2.560.000.
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Chrisna Chanis Cara pada 29 Sep 2026
Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh Redaksi pada 29 Sep 2026
