Suarakan Kesetaraan Difabel, Special Screening Film ‘Istimewa’ di Solo Paragon
SOLO (Soloaja.co) — Pesan mendalam tentang kesetaraan dan pentingnya membangun masyarakat yang inklusif mengemuka dalam acara Special Screening film Istimewa yang digelar di XXI Solo Paragon Surakarta, Kamis, 13 Agustus 2026.
Film produksi Kairos Pictures ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop tanah air mulai 17 September 2026.
Pemerintah Kota Surakarta memberikan apresiasi tinggi terhadap kehadiran karya sinema ini. Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, menyatakan bahwa film Istimewa bukan sekadar hiburan, melainkan sebuah pengingat bahwa setiap manusia memiliki potensi, hak, martabat, dan kesempatan yang sama untuk berkarya.
“Penyandang disabilitas tidak boleh dipandang hanya dari sudut rasa kasihan, melainkan sebagai bagian setara dari masyarakat.” Ungkap Astrid Widayani yang ikut hadir dalam acara screening film Istimewa di XXI Solo Paragon, Kamis (13/08).
Astrid menegaskan bahwa pemenuhan hak-hak tersebut memerlukan kolaborasi lintas sektor, termasuk dari dunia usaha, komunitas, hingga insan perfilman. Film dinilai menjadi media komunikasi dan edukasi publik yang sangat strategis untuk mengikis stigma serta diskriminasi yang masih terjadi di tengah masyarakat.
Di balik layar, film ini menyimpan perjuangan panjang selama lima tahun dari Yayasan Rumah Istimewa, yang saat ini mengasuh hampir 5.000 anak disabilitas di seluruh Indonesia.
- Plt Bupati Sukoharjo Apresiasi TMMD Reguler 129 Parangjoro
- Kolaborasi PNM dan SURGE Perluas Akses Digital Solo
Produser film Istimewa, Abdullah Mansuri, mengungkapkan bahwa rumah produksi Kairos Pictures membutuhkan waktu dua tahun untuk mematangkan konsep dan menyeleksi enam anak istimewa yang menjadi pemeran utama guna mewakili kisah rekan-rekan mereka.
Proses persiapan dilakukan secara intensif, meliputi dua bulan pelatihan akting dan satu bulan pengambilan gambar.
*Film ini murni mengangkat kisah nyata anak-anak asuh dalam bangkit dari keterpurukan, penolakan, hingga pembuktian bahwa mereka mampu melahirkan karya seni yang luar biasa." Ungkap Abdullah.
Salah satu aktor pendukung, Bambang Ceper, membagikan pengalamannya selama proses syuting yang dinilainya minim kendala karena kedekatan emosional antar-pemain yang sudah terbangun lama.
- Dukung Sustainable Agriculture, Tim PKM Polines Serahkan Smart Greenhouse
- Imbas Kontroversi Newport, Kenali Gurita Bisnis Orang Tua Group
Bambang juga sempat menceritakan masa lalunya yang penuh tantangan, mulai dari kesulitan mencari pekerjaan hingga minimnya rasa percaya diri akibat pandangan negatif lingkungan sekitar. Keberaniannya baru tumbuh setelah ia bergabung dengan komunitas anak istimewa pada tahun 2021.
“Melalui film ini, saya berharap masyarakat tidak lagi memandang sebelah mata para penyandang disabilitas.” Tegas Bambang.
Film yang disutradarai oleh Ruben Adrian ini menggabungkan penampilan memukau dari aktor-aktor senior seperti Mathias Muchus, Agus Kuncoro, Ence Bagus, Ajil Ditto, dan Yanni Melwani, yang berkolaborasi langsung dengan puluhan anak-anak disabilitas berbakat.
Langkah ini sejalan dengan visi Kairos Pictures yang sejak didirikan tahun 2024 konsisten fokus pada konten human-interest dengan kedalaman emosional yang tinggi guna membuka ruang dialog sosial di Indonesia.
