Kemendag Gandeng UNS Luncurkan Campuspreneur, Cetak Eksportir Muda

Kamis, 02 April 2026 21:18 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001526257.jpg
Mendag RI Budi Santoso melaunching program Campuspreneur di UNS mencetak eksportir muda (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta resmi menjadi pusat penguatan ekonomi kreatif mahasiswa melalui peluncuran program Campuspreneur: Pengembangan Wirausaha Muda Berorientasi Ekspor. Acara yang diinisiasi oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI ini digelar di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS pada Kamis (2/4).

Hadir langsung dalam kegiatan tersebut, Menteri Perdagangan RI, Dr. Budi Santoso, M.Si., bersama Rektor UNS Prof. Dr. Hartono, serta sejumlah pimpinan perguruan tinggi ternama seperti UMS, UIN Sunan Kalijaga, Undip, dan perwakilan UGM hingga Universitas Udayana.

Ubah Paradigma: Dari Pencari Kerja Menjadi Eksportir

Rektor UNS, Prof. Hartono, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah visioner untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar global. Ia menekankan pentingnya perubahan pola pikir mahasiswa di era saat ini.

“Mahasiswa tidak lagi hanya dipersiapkan sebagai job seeker, tetapi harus menjadi job creator, bahkan eksportir muda yang mampu membawa produk Indonesia ke pasar dunia,” tegas Prof. Hartono.

Program ini selaras dengan semangat DREAMTEAM dan konsep Kampus Berdampak yang diusung UNS, di mana universitas berkomitmen memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa melalui kemitraan strategis.

Mengejar Rasio Kewirausahaan Nasional

Mendag Budi Santoso mengungkapkan bahwa rasio kewirausahaan Indonesia saat ini masih tertahan di angka 3,29 persen. Angka ini tertinggal jauh dari Malaysia (8 persen) maupun negara maju lainnya yang mencapai belasan persen.

“Banyak mahasiswa mulai merintis usaha, ini potensi besar. Melalui Campuspreneur, kita berikan pendampingan, akses pasar, hingga menghubungkan mereka dengan Atase Perdagangan di luar negeri,” ujar Budi Santoso.
Poin Utama Kerja Sama:
* Tridharma Perguruan Tinggi: Implementasi pendidikan dan riset di bidang perdagangan.
* Pendampingan Ekspor: Pelatihan khusus dan business matching bagi startup mahasiswa.
* Akses Ritel Modern: Penandatanganan Letter of Intent untuk memperluas distribusi produk inovasi kampus.

Dengan sinergi ini, perguruan tinggi diharapkan tidak hanya mencetak lulusan bergelar akademik, tetapi juga melahirkan pengusaha tangguh yang siap bersaing di kancah internasional.