DKV Jadi Prodi Terfavorit SNBP 2026 di ISI Surakarta

Kusumawati - Kamis, 02 April 2026 20:53 WIB
Keterangan foto : Salah satu raihan prestasi mahasiswa DKV ISI Surakarta dalam kompetisi tingkat nasional beberapa waktu yang lalu. (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) – Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta resmi mengumumkan hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) Tahun 2026 pada Selasa (31/3). Dari total 2.056 pendaftar yang memperebutkan kursi di 21 Program Studi (Prodi), sebanyak 547 calon mahasiswa dinyatakan berhasil lolos seleksi.

Wakil Rektor Bidang Akademik ISI Surakarta, M. Arif Jati, menjelaskan bahwa seluruh peserta yang diterima telah melalui proses seleksi yang sangat ketat. Ia juga menambahkan bahwa dari total mahasiswa yang diterima, sebanyak 228 orang merupakan pemegang beasiswa KIP-Kuliah.

Dominasi Prodi DKV, Film, dan Tari

Berdasarkan data kelulusan, tiga program studi mencatatkan angka peminat tertinggi, yaitu:
* Desain Komunikasi Visual (DKV): 486 pendaftar (Diterima 72 mahasiswa).
* Tari: 252 pendaftar (Diterima 52 mahasiswa).
* Film dan Televisi: 221 pendaftar (Diterima 60 mahasiswa).

Kaprodi DKV ISI Surakarta, M. Harun Rosyid Ridlo, mengungkapkan bahwa tahun ini persaingan di jurusannya sangat kompetitif. Dengan total 486 pendaftar yang memperebutkan 72 kursi, rasio keketatan di Prodi DKV mencapai hampir 1:7.

"Calon mahasiswa yang terpilih adalah figur terbaik dengan rekam jejak prestasi akademik dan portofolio unggul karena mampu menyisihkan 414 pendaftar lainnya," ujar M. Harun.

Dari total pendaftar di DKV, tercatat sebanyak 254 orang memilih prodi ini sebagai Pilihan I, sementara 232 lainnya sebagai Pilihan II. M. Harun berharap para mahasiswa baru yang berhasil lolos dapat menjaga amanah dan semangat belajar mereka.

"Manfaatkanlah kesempatan emas ini dengan penuh tanggung jawab saat menempuh studi di DKV ISI Surakarta nantinya," pesannya dalam rilis resmi.

Tingginya minat masyarakat terhadap Prodi DKV ini menjadi motivasi bagi pihak kampus untuk terus meningkatkan capaian civitas akademika, baik dari sisi kualitas dosen maupun prestasi mahasiswa di masa mendatang.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS