Harkitnas di Karanganyar Bupati Rober Ajak Generasi Muda Bijak Digital

Senin, 01 Juni 2026 09:38 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001729692.jpg
Bupati Karanganyar Rober Christanto saat upacara Hari Lahir Pancasila (Soloaja)

KARANGANYAR (Soloaja.co) — Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat, semangat persatuan dan nilai-nilai Pancasila dinilai semakin krusial untuk terus dirawat. 

Pesan mendalam tersebut ditegaskan oleh Bupati Karanganyar H. Rober Christanto, S.E., M.M. saat memimpin Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) sekaligus Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Halaman Kantor Bupati Karanganyar, Senin (1/6).

Upacara khidmat ini dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat. Momentum dwi-peringatan tersebut menjadi pemantik untuk mengingat kembali api perjuangan para pendiri bangsa, sekaligus memperkuat komitmen kolektif dalam menjaga kebhinekaan.

Dalam amanatnya, Bupati menyampaikan bahwa Harkitnas dan Hari Lahir Pancasila merupakan dua tonggak sejarah yang saling berkelindan. Hari Kebangkitan Nasional yang berakar dari berdirinya Boedi Oetomo pada tahun 1908 merupakan fajar kesadaran nasional. Sementara itu, Hari Lahir Pancasila menjadi kompas pembimbing arah dan jati diri bangsa dalam menerjang ombak tantangan zaman.

"Generasi muda hari ini hidup di era penuh peluang sekaligus tantangan. Mereka harus mampu memanfaatkan teknologi secara positif, berkarakter kuat, dan tetap berpegang pada nilai kebangsaan." Ungkap Rober Christanto. 

Mengangkat tema Harkitnas 2026, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, Bupati menggarisbawahi bahwa masa depan republik berada di pundak generasi muda. Oleh sebab itu, investasi pada pembangunan sumber daya manusia tidak boleh runtuh pada pencapaian akademik semata, melainkan wajib diimbangi dengan penanaman moralitas dan karakter nasionalisme yang kokoh.

Pancasila, lanjut Bupati, tetap sangat relevan sebagai pemersatu bangsa di tengah keberagaman kultural Indonesia. Senada dengan tema Hari Lahir Pancasila, “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, perbedaan suku, ras, dan agama sejatinya adalah kekayaan yang harus disyukuri, bukan pemicu perpecahan.

Bupati juga mengajak masyarakat untuk lebih bijaksana dalam berselancar di media sosial. Ruang digital diharapkan menjadi ladang produktif untuk menyemai informasi positif, mempererat tali persaudaraan, serta menumbuhkan inovasi yang bermaslahat bagi kemajuan daerah Bumi Intanpari.

“Karanganyar akan semakin maju apabila seluruh masyarakat bergerak bersama, menjaga kerukunan, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya. Semangat gotong royong itulah warisan sejati pendiri bangsa,” tegas Rober.

Apresiasi Kreativitas Pemuda

Pada akhir upacara, Pemkab melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menyerahkan penghargaan kepada para jawara News Anchor Competition "Gempur Rokok Ilegal". Ajang ini sukses menjadi wadah edukasi kreatif bagi pelajar dalam menekan peredaran rokok ilegal melalui kecakapan komunikasi makro.

Berikut daftar pemenang kompetisi tersebut:
* Juara I: Airima Saraswati (SMA Negeri 1 Kerjo)
* Juara II: Herlin Vivianita (MAN 1 Karanganyar)
* Juara III: Ariska Meylani (SMK Negeri 1 Karanganyar)
* Juara Harapan I: Aissyah Putri Rahmadhani (SMK Negeri 1 Karanganyar)
* Juara Harapan II: Geovani Ristya Ningrum (SMK Negeri 1 Karanganyar)
* Juara Harapan III: Nevalia Ezra Ayu Wibowo (SMK Negeri 1 Karanganyar)

Keberhasilan para pelajar ini diharapkan menjadi pemantik inspirasi bagi generasi muda lainnya di Karanganyar untuk terus mengukir prestasi, berani berkarya, serta proaktif dalam menyebarkan informasi yang edukatif dan membawa dampak positif bagi masyarakat luas. 

Keseluruhan acara ditutup dengan komitmen bersama untuk mewujudkan Karanganyar yang berintegritas, maju, berdaya saing, dan sejahtera.