Guyub Aksi Resik-Resik, Wisata Gunung Taruwongso Bersiap Bangkit

Jumat, 10 Juli 2026 17:45 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001876007.jpg
Resik resik Gunung Taruwongso Watubonang Tawangsari Sukoharjo (Soloaja)

SUKOHARJO (Soloaja.co) — Ratusan warga Desa Watubonang, Kecamatan Tawangsari, bergotong-royong membersihkan obyek wisata Gunung Taruwongso pada Jumat (10/7). 

Aksi bertajuk "resik-resik" ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari siswa, mahasiswa, relawan, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo, hingga jajaran Polsek Tawangsari dan puluhan personel Yonif TP/499.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Forum Aliansi Aktivis Sukoharjo (FAAS) bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Watubonang ini lahir dari bentuk keprihatinan terhadap kondisi Gunung Taruwongso. 

Destinasi yang sempat menjadi primadona bagi warga Sukoharjo dan sekitarnya pada era 1980 hingga 1990-an—terutama saat momentum libur Lebaran—kian meredup dan terkesan terbengkalai sejak pandemi Covid-19 melanda.

Koordinator FAAS, Dableg SS, menegaskan bahwa aksi bersih-bersih ini merupakan pemantik awal untuk mengingatkan kembali masyarakat akan potensi besar yang dimiliki Gunung Taruwongso.

"Resik-resik ini adalah permulaan kebangkitan kembali Gunung Taruwongso. Kami berharap dari kegiatan kecil ini, ada langkah-langkah besar selanjutnya untuk menghidupkan kembali Taruwongso sebagai destinasi wisata yang ramah dan layak dikunjungi," ujar Dableg.

Pihak Pemerintah Desa Watubonang pun menyambut baik gerakan ini. Sekretaris Desa Watubonang, Darmadi, bersama perangkat desa Marjono, mengakui bahwa pesona Taruwongso selama ini memang belum dimaksimalkan dengan baik. Mereka berharap pembenahan kawasan ini dapat mendongkrak roda perekonomian warga setempat.

"Mudah-mudahan langkah awal ini berlanjut. Jika Taruwongso kembali ramai, tentu akan membawa banyak dampak positif bagi perekonomian warga," harap Darmadi.

Antusiasme tinggi juga datang dari warga lokal yang ikut terjun ke lapangan. Bagi mereka, Gunung Taruwongso bukan sekadar bukit berbatu, melainkan ruang bernostalgia yang menyimpan banyak kenangan masa lalu.

"Kami sangat senang dan terharu. Semoga ke depan semakin banyak acara yang digelar untuk memeriahkan kembali tempat ini," tutur Tatik, salah satu warga yang hadir.

Semangat kolaborasi ini kian terasa dengan hadirnya generasi muda, termasuk para siswa dari SMK Tunas Bangsa Tawangsari, SMAN 1 Tawangsari, serta mahasiswa KKN dari Universitas Diponegoro (Undip) dan Universitas Sebelas Maret (UNS). 

Keterlibatan lintas generasi ini diharapkan mampu membawa ide-ide segar demi menghidupkan kembali denyut nadi pariwisata di Sukoharjo.

Gunung Taruwongso adalah bukit batu di Desa Watubonang, Tawangsari, Sukoharjo. Berdasarkan sejarah, tempat ini diyakini sebagai petilasan dan makam Ki Ageng Banjaransari. Beliau adalah keturunan Raja Majapahit, Prabu Brawijaya V. 

Eyang Banjaransari bertapa di gunung ini karena energinya yang kuat. Beliau lalu bertemu Sunan Kalijaga dan menjadi muridnya. Setelah belajar, beliau ditugaskan untuk menyebarkan agama Islam di wilayah Sukoharjo dan sekitarnya.

Hingga kini, lokasi ini menjadi tempat wisata alam dan ziarah yang sering dikunjungi. Jaraknya sekitar 13 km dari pusat Kota Sukoharjo dan dapat ditempuh dalam waktu 20 menit berkendara.