kendaraan
Sabtu, 18 April 2026 19:58 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

JAKARTA (Soloaja.co) — Kinerja ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan produk turunannya kembali mengukuhkan posisi Indonesia sebagai pemain utama global. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor komoditas ini pada periode Januari–Februari 2026 mencapai US4,69 miliar, melonjak signifikan sebesar 26,40 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar US3,71 miliar.
Peningkatan impresif ini tidak hanya tercermin dari nilai nominal, tetapi juga pada volume ekspor yang naik dari 3,33 juta ton menjadi 4,54 juta ton. Tren positif tersebut menunjukkan bahwa daya saing produk sawit Indonesia di pasar internasional tetap kokoh di tengah dinamika ekonomi global.
Pertumbuhan ekspor ini didukung oleh produktivitas yang terjaga. Data GAPKI mencatat produksi CPO Indonesia sepanjang 2025 mencapai 51,66 juta ton, tumbuh 7,26 persen. Jika digabungkan dengan Palm Kernel Oil (PKO), total produksi nasional menyentuh angka 56,55 juta ton. Sepanjang tahun lalu, total nilai ekspor produk sawit bahkan mampu menembus angka US$35,87 miliar.
Fokus pada Hilirisasi
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari strategi hilirisasi yang konsisten dijalankan pemerintah. Ia menyebut potensi terbesar Indonesia terletak pada pengembangan produk turunan seperti minyak goreng, margarin, hingga kosmetik.
“Kalau CPO kita olah menjadi produk turunan lainnya, dunia akan sangat bergantung pada Indonesia. Kita menguasai lebih dari 60 persen pasar dunia. Artinya, Indonesia sangat menentukan,” tegas Mentan Amran.
Saat ini, Indonesia terus bertransformasi dari eksportir komoditas mentah menjadi basis industri pengolahan. Produk seperti biodiesel dan bahan baku industri makanan kini semakin mendominasi pasar ekspor, yang sekaligus memberikan nilai tambah bagi devisa negara.
Ke depan, Kementerian Pertanian berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem sawit dari hulu hingga hilir. Upaya ini mencakup peningkatan produktivitas perkebunan rakyat, efisiensi industri pengolahan, hingga perluasan akses pasar mancanegara guna memastikan sektor sawit tetap menjadi pilar utama ekonomi nasional.
Bagikan
minyak
4 bulan yang lalu
Indonesia
2 tahun yang lalu