konferensi internasional
Selasa, 07 Juli 2026 11:20 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SOLO (Soloaja.co) — Ikatan Dosen Ekonomi Akuntansi Bisnis Indonesia (IDEABI) berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Jawa Tengah dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar International Conference di Aula FEB UNS Solo, Selasa (7/7). Kegiatan ini mengangkat tema "Advancing Green Economy and Sustainable Development: Innovation, Resilience, and Inclusive Growth in a Changing World".
Dewan Pakar DPP IDEABI, Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE., M.Si, menyampaikan bahwa agenda ini merupakan wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang difokuskan agar mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi dengan Brida Jateng telah berjalan dalam beberapa kegiatan ilmiah, dan kali ini diperluas dalam skala internasional dengan melibatkan pemangku kepentingan yang lebih luas guna merespons dinamika bisnis global berbasis lingkungan.
Ketua Panitia Pelaksana, Istiqomah, menjelaskan bahwa konferensi ini diikuti oleh 133 artikel ilmiah yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia. Selain itu, jalannya acara didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta diperkuat oleh 13 perguruan tinggi dari seluruh Indonesia yang bertindak sebagai co-host.
Di antaranya STIE Arlindo, Universitas Islam Sultan Agung, ITB AAS Indonesia, Universitas PGRI Mpu Sindok, Universitas Muhammadiyah Kendari, Magister Akuntansi FEB UNS, Universitas Gorontalo, Universitas Pancasila, Universitas Tidar, dan Skyworx.
Ketua Umum DPP IDEABI, Dr. Edy Supriyono, mengungkapkan rasa syukur atas tingginya antusiasme peserta, mengingat organisasi ini baru berusia 2,5 bulan sejak didirikan pada 29 April lalu. Saat ini, IDEABI telah memiliki sekitar 850 anggota yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk jajaran guru besar dan doktor.
Edy menegaskan komitmen IDEABI untuk terus mengusung tagline "Kolaborasi untuk Negeri" dengan merangkul seluruh stakeholder, baik domestik maupun internasional, demi kemajuan ilmu pengetahuan.
Perwakilan BRIDA Jawa Tengah, Ema Nuzulla Fatma, menambahkan bahwa jika pada dua tahun sebelumnya BRIDA fokus pada seminar nasional, tahun ini melangkah ke tingkat internasional. Pihaknya berharap kumpulan riset dari konferensi ini dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan konkrit yang bermanfaat bagi perumusan program pemerintah, khususnya di wilayah Jawa Tengah.
Acara ini menerapkan konsep pentahelix dengan melibatkan unsur akademisi, bisnis, komunitas masyarakat, lembaga keuangan dan perbankan, serta media massa. Tercatat sekitar 100 peserta mengikuti jalannya acara secara daring melalui Zoom, sementara 270 peserta hadir langsung secara luring.
Konferensi ini menghadirkan keynote speaker Kepala Departemen Riset dan Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi OJK, Agus Firmansyah, serta Gubernur Jawa Tengah yang diwakili oleh Ketua BRIDA Jateng, Drs. Mohammad Arif Irwanto, M.Si.
Adapun jajaran pembicara utama yang hadir di antaranya Prof. Shiew Chan dari University of Nort Georgia USA, Asst. Prof. Dr. Supaphorn Akkapin dari Rajamanggala International College Rajamangala University of Technology Krungthep (ICUTK), Dr. Jounaid M. Shaikh dari UTB School of Business, University Teknologi Brunei, Brunei Darussalam, CEO Skyworx Betley Heru Susanto, serta Retmia Wulandari dari OJK Jakarta.
Bagikan