UMS Surakarta
Rabu, 12 Agustus 2026 16:18 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SOLO (Soloaja.co) - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) UMS bekerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) menggelar Pelatihan Calon Asesor Kompetensi Batch 4. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, Senin hingga Kamis (10-13/8), tersebut dipusatkan di Hotel Laras Asri, Salatiga.
Pelatihan ini melibatkan sebanyak 24 dosen dari berbagai program studi di lingkungan UMS. Setelah mengikuti pembekalan intensif, rangkaian kegiatan akan diakhiri dengan ujian sertifikasi kompetensi asesor pada Jumat (14/8) di Gedung Pascasarjana UMS.
Direktur LSP UMS, Prof. Dr. Zulfikar, menyampaikan bahwa pelatihan tahunan ini bertujuan untuk merekrut asesor kompetensi baru di lingkungan kampus. Saat ini, LSP UMS telah memiliki 70 asesor. Jumlah tersebut dipastikan bakal bertambah menjadi 94 asesor apabila seluruh peserta pelatihan dinyatakan kompeten dan lulus ujian.
Para asesor tersebut nantinya akan memegang peran penting dalam menguji dan menerbitkan sertifikasi kompetensi bagi para calon lulusan atau alumni UMS sebelum mereka terjun ke dunia industri.
“LSP UMS hadir untuk membantu calon alumni mempersiapkan employability sesuai dengan kompetensinya agar memiliki posisi tawar di pasar tenaga kerja. Mereka tidak cukup dengan pengalaman belajar yang ditunjukkan dengan ijazah untuk bersaing di dunia kerja, melainkan memerlukan pembuktian kemampuan teknis lewat sertifikasi kompetensi,” ujar Zulfikar, Rabu (12/8).
Ia menambahkan, sertifikasi kompetensi kini menjadi instrumen krusial dalam proses rekrutmen tenaga kerja era modern, baik pada instansi pemerintahan seperti seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun di sektor swasta berskala besar.
Hingga saat ini, kemajuan kuantitas LSP UMS terus bergerak positif. LSP UMS kini telah mengantongi 22 skema kompetensi yang terlisensi resmi oleh BNSP, serta 38 calon skema yang masih dalam proses pengajuan lisensi.
Pihaknya menargetkan pada tahun 2026 ini UMS mampu memiliki 60 skema terlisensi yang merepresentasikan keahlian spesifik di setiap program studi.
Di sisi lain, narasumber dari BNSP, AY Retno Dwidarsih, menjelaskan bahwa tanggung jawab seorang asesor tidak sebatas menguji peserta (asesi) semata.
Tugas besar lainnya mencakup pengembangan materi uji kompetensi serta aktif mengusulkan skema baru ke program studi demi merespons tuntutan pasar kerja global.
Senada, Master Asesor BNSP Sri Salimah mengingatkan para calon asesor untuk bertindak sebagai duta LSP. Mereka diharapkan aktif mengedukasi para mahasiswa mengenai urgensi sertifikasi profesi sekaligus mengenalkan peran strategis LSP UMS dalam mencetak tenaga kerja yang siap pakai.
Bagikan