Plt Bupati Sukoharjo Serahkan Bantuan Baznas Sukoharjo Senilai Rp 433,3 Juta

Kusumawati - Rabu, 12 Agustus 2026 12:22 WIB
Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo bersama Ketua Baznas Sukoharjo H. Sardiyono menyerahkan simbolis bantuan dari Baznas Sukoharjo untuk 200 mustahik dari 4 program (Soloaja)

SUKOHARJO (Soloaja.co) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sukoharjo menyalurkan bantuan total senilai Rp 433,3 juta kepada 200 mustahik yang tersebar di wilayah Sukoharjo. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Plt Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, di Pendopo Graha Satya Praja (GSP) Setda Pemkab Sukoharjo pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Bantuan ratusan juta tersebut disalurkan melalui empat program unggulan Baznas, yakni Sukoharjo Cerdas, Sukoharjo Peduli, Sukoharjo Sehat, dan Sukoharjo Makmur.

Plt Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, menyampaikan bahwa penyaluran ini merupakan bentuk penyampaian amanah dari para muzakki di Sukoharjo yang telah menitipkan zakat dan infaknya.

“Kami memastikan dana tersebut dikelola secara transparan dan akuntabel oleh Baznas agar memberikan manfaat nyata.” Ungkap Eko Sapto Purnomo.

Menurut Eko Sapto, pengelolaan zakat dan infak ini menjadi instrumen penting untuk mengadministrasi keadilan sosial. Gotong royong dan empati yang bergerak bersama membuat pemanfaatannya menjadi tepat sasaran. Ia juga memuji fleksibilitas Baznas yang mampu menjangkau warga kurang beruntung yang belum terdata dalam sistem statistik kedinasan resmi pemerintah.

Di sisi lain, Ketua Baznas Sukoharjo, H. Sardiyono, menerangkan bahwa proses penentuan penerima bantuan dilakukan secara selektif. Warga yang membutuhkan mengajukan permohonan dengan melampirkan KTP, KK, serta Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) sebagai bukti status asnaf (fakir miskin).

Setelah berkas masuk, tim Baznas akan turun langsung melakukan survei lapangan untuk memastikan kelayakan pemohon. Hal ini berlaku ketat termasuk untuk bantuan modal usaha dalam program Sukoharjo Makmur agar dana yang diberikan benar-benar produktif dan tidak sia-sia.

Sardiyono menambahkan, untuk program Sukoharjo Cerdas, permohonan yang paling mendominasi saat ini adalah bantuan penebusan ijazah dan pelunasan tunggakan SPP sekolah pasca kelulusan.

Sementara untuk program Sukoharjo Sehat, bantuan paling banyak dialokasikan untuk menyelesaikan tunggakan BPJS Kesehatan darurat warga agar akses layanan kesehatan mereka bisa segera aktif kembali.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS