UMS Perkuat Literasi AI Mahasiswa Lewat Gemini Academy 2026
SOLO, soloaja.co – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus berupaya memperkuat literasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di kalangan mahasiswa. Melalui Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta Inovasi (DKPTI), UMS menggelar program Gemini Academy Onsite Mahasiswa 2026 bekerja sama dengan Google Workspace for Education Partner dan Websis for Edu, Kamis (24/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Meeting lantai 2 Edutorium K.H. Ahmad Dahlan UMS ini diikuti oleh ratusan mahasiswa dari 12 fakultas. Pelatihan intensif pemanfaatan Gemini AI tersebut dipandu langsung oleh tiga Edu-Tech Specialist dari Websis for Edu, yakni Gede Jiwo Wirasmoro, Anastasia Abigail, dan Ullayah Fathina.
- 'Merajut Bayang-Bayang Musik Nusantara' FMTI 2026 Siap Digelar di 10 Daerah
- Bare Metal Server IDCloudHost Hadir dengan Resource Dedicated untuk Bisnis
Direktur DKPTI UMS, Ahmad Kholid Al Ghofari, S.T., M.T., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk tindak lanjut dari kolaborasi UMS dengan Google Workspace for Education. Kerja sama tersebut memberikan akses Gemini AI bagi seluruh civitas academica UMS, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa melalui akun institusi.
"UMS sudah bekerja sama dengan Google Workspace for Education. Di dalamnya terdapat fasilitas AI berupa Gemini yang memang dikembangkan untuk mendukung aktivitas akademik," ujar Kholid saat ditemui di Ruang Transit Edutorium UMS.
Kholid menekankan bahwa pesatnya perkembangan AI merupakan hal yang tak terelakkan. Tantangan utama saat ini bukanlah menghindari AI, melainkan bagaimana menggunakannya secara bijak, efektif, dan bertanggung jawab.
"AI bisa menjadi asisten belajar yang mempercepat proses pembelajaran. Namun, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan komunikasi tetap harus menjadi inti dari proses pendidikan. AI seharusnya menjadi boosting yang membantu mahasiswa belajar lebih efektif tanpa mengabaikan integritas akademik," jelasnya.
- Bitcoin Naik Lagi, Investor Perlu Waspada FOMO dan Jangan Buru-buru Beli
- RS ‘JIH’ Solo Raih Diamond Status WSO Angels Awards 2026
Untuk menjaga integritas tersebut, UMS melalui DKPTI sedang menyusun pedoman penggunaan AI di lingkungan kampus yang selaras dengan regulasi nasional agar tetap berada dalam koridor etika akademik.
Selain membekali mahasiswa dengan wawasan teknologi, Gemini Academy memberikan peluang emas bagi peserta untuk meraih sertifikasi internasional dari Google secara lebih mudah dan tanpa biaya tambahan.
"Sertifikat internasional dari Google dapat dicantumkan pada CV maupun LinkedIn sehingga menjadi nilai tambah bagi mahasiswa ketika memasuki dunia profesional," kata Kholid.
Sertifikasi tersebut turut menjadi sorotan Edu-Tech Specialist Websis for Edu, Gede Jiwo Wirasmoro. Ia menegaskan pentingnya menyelaraskan sertifikat dengan kemampuan nyata.
- Undian Simanis Bank Sukoharjo Berhadiah Mobil, Kinerja Positif Laba 104,19 %
- Hadir di UNS, Menteri Kebudayaan Dorong Riset Berperspektif Indonesia
"Yang lebih penting dari sertifikat adalah proses belajarnya. Percuma memiliki sertifikat kalau tidak kompeten. Setiap sertifikasi yang kita peroleh harus dipertanggungjawabkan melalui kemampuan yang benar-benar kita miliki," tegas Gede.
Gede juga memperkenalkan ekosistem Gemini Academy, seperti Gemini Academy Fellow untuk dosen sebagai fasilitator AI, serta Gemini Academy Master Trainers yang memberi ruang bagi mahasiswa untuk menjadi penggerak literasi AI di kampus.
Selama pelatihan, mahasiswa dibekali materi beragam, mulai dari Gemini Discovery, pemanfaatan AI yang aman, penyusunan instruksi efisien dengan teknik PARTS Prompting, hingga transformasi pembelajaran menggunakan Gemini AI dan NotebookLM. Peserta juga diajarkan mengeksplorasi ragam fitur seperti Gemini Canvas, Gems, serta pemanfaatan AI untuk pembuatan infografis dan pembuatan ringkasan materi kuliah.
- Revitalisasi 13 Titik Keraton Solo, Kemenbud Gelontorkan Rp 150 Miliar
- Pelepasan 270 Calon Wisudawan FEB UMS, Lulusan Didorong Terus Berkarya
Gede mengimbau peserta agar selalu memanfaatkan akun institusi UMS berbasis Google Workspace for Education saat berinteraksi dengan AI. Selain memberikan kuota penggunaan yang lebih besar dan akses fitur yang lebih lengkap, akun institusi menjamin tingkat keamanan serta perlindungan data yang lebih prima.
"Data dan percakapan melalui akun institusi tidak digunakan untuk melatih model AI, sehingga informasi pribadi dan data akademik mahasiswa jauh lebih terjaga," tambahnya.
Melalui program Gemini Academy Onsite Mahasiswa 2026, UMS berharap para mahasiswa tidak hanya tanggap menjadi pengguna AI, tetapi juga mampu mengoperasikan teknologi tersebut secara etis, aman, dan produktif demi meningkatkan daya saing di dunia kerja global.
