Perpusnas dan Manasa Digitalisasi 210 Manuskrip Kuno Karaton Surakarta
SOLO (Soloaja.co) - Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat resmi memulai proyek digitalisasi manuskrip kuno koleksi Perpustakaan Sasono Pustoko pada Senin (28/9). Langkah ini diambil untuk menyelamatkan serta menyebarluaskan khazanah literasi masa lalu agar dapat diakses oleh peneliti dan masyarakat secara global.
Proyek bernama EAP 1830 ini merupakan kolaborasi Karaton Surakarta, Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manasa), dan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, dengan dukungan Endangered Archives Programme dari British Library serta pendanaan Arcadia Foundation.
Peluncuran program diawali dengan acara selamatan di Sasono Pustoko. Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Karaton Surakarta, GKR Wandansari (Gusti Moeng), menjelaskan bahwa program ini telah dirancang sejak satu setengah tahun lalu dan pelaksanaannya turut melibatkan mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS).
- Semarak HUT ke-81 TNI, Korem 074/Warastratama Gelar Lomba PBB
- Wamendagri Bima Arya Apresiasi Penerapan Posyandu Plus 6 SPM di Solo
"Proyek ini sudah kami rancang satu setengah tahun lalu. Setelah proses administrasi rampung, hari ini resmi dimulai. Semoga berjalan lancar tanpa halangan," kata Gusti Moeng.
Ia menyebutkan, koleksi naskah kuno di Sasono Pustoko sebelumnya tersebar di pelbagai tempat sebelum akhirnya dikumpulkan oleh Sri Susuhunan Paku Buwono X pada tahun 1920. Sebagian koleksi yang dinilai penting untuk publik kemudian ditempatkan di Perpustakaan Radya Pustaka pada tahun 1926.
Perwakilan Perpustakaan Nasional, Aris Riyadi, mengapresiasi sikap terbuka Karaton Surakarta yang memberi akses luas terhadap sumber literasi primer tersebut.
Proyek yang dijadwalkan berlangsung selama dua tahun ini menargetkan digitalisasi sekitar 210 manuskrip atau setara 21.000 halaman naskah kuno. Tahapannya meliputi pembuatan metadata, pelatihan, pemotretan naskah, hingga pelestarian fisik.
- Duet Danramil dan Babinsa Laweyan Sabet Juara Turnamen Domino Piala Panglima TNI
- Open Tournament Domino ORADO 101 Meriahkan HUT Ke-81 TNI
Abdi Dalem Sasono Pustoko, KRAT Supardjo Dwijo Hadi Nargoro, menambahkan bahwa naskah yang tersimpan mencakup pelbagai bidang ilmu. Di antaranya sejarah, agama, filsafat, kesenian, sastra, arsitektur, hingga pengobatan tradisional dan pranata mangsa.
"Naskah-naskah ini merekam beragam aspek kebutuhan hidup manusia. Selain proses digitalisasi, naskah yang mengalami kerusakan juga akan dikonservasi dan direparasi agar fisiknya lebih awet," ujar Supardjo.
Hasil digitalisasi nantinya disimpan di Karaton Surakarta, Perpustakaan Nasional, dan British Library, sehingga dapat diakses oleh akademisi serta pegiat budaya di seluruh dunia.
