Dies Natalis ke-50 UNS: Anugerahkan UNS Award kepada Emil Salim

Rabu, 11 Maret 2026 18:42 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001449101.jpg
Putri Prof Emil Salim (tengah) menerima penghargaan untuk ayahanda dari UNS Surakarta, didampingi Rektor UNS dan jajaran (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menapaki usia emas setengah abad dengan menggelar Sidang Terbuka Senat Akademik Dies Natalis ke-50 di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram, Rabu (11/3). Perayaan ini menjadi istimewa dengan penganugerahan penghargaan tertinggi, UNS Award, kepada tokoh lingkungan hidup internasional, Prof. H. Emil Salim, S.E., M.A., Ph.D.

Mengangkat tema “Lima Dasawarsa Berbakti Kepada Negeri, Fondasi untuk Akselerasi Prestasi yang Berdampak dan Berkelanjutan”, UNS memberikan anugerah "PARASAMYA ANUGRAHA WIDYATAMA TARU TIRTA BAWANA" kepada Prof. Emil Salim. Penghargaan ini merupakan pengakuan atas integritas dan kepeloporan beliau dalam pelestarian lingkungan hidup selama puluhan tahun.

Inspirasi dari Tokoh Tiga Zaman

Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr. M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa sosok Emil Salim adalah inspirasi nyata bagi kemanusiaan. Sebagai menteri dengan masa jabatan terpanjang dalam sejarah RI dan pelopor keberlanjutan, dedikasi beliau dinilai selaras dengan visi UNS sebagai PTN-BH.

"Penghargaan ini adalah wujud komitmen UNS dalam pembangunan berkelanjutan. Dedikasi panjang beliau diharapkan menjadi teladan bagi sivitas akademika untuk terus menjaga kelestarian bumi," ujar Prof. Hartono.

Penghargaan tersebut diterima oleh putri Prof. Emil Salim, Amelia Salim. Melalui rekaman video, Prof. Emil menitipkan pesan mendalam bahwa kekayaan alam tropis Indonesia adalah aset global yang harus dijaga demi kebermanfaatan umat manusia.

Momentum Akselerasi Sains dan Teknologi

Dies Natalis ke-50 ini semakin berbobot dengan kehadiran dua menteri Kabinet Merdeka. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., hadir meresmikan Gedung Sekolah Vokasi UNS. 

Selain itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas RI, Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S., memberikan orasi ilmiah sekaligus meresmikan Pusat Studi Tropical Herbal Medicine.

Kehadiran dua menteri ini mempertegas peran strategis UNS sebagai motor penggerak kemandirian sains nasional. Terlebih, UNS kini didukung oleh tiga Pusat Unggulan Iptek (PUI), mulai dari teknologi penyimpanan energi listrik, fintech, hingga Javanologi.

Refleksi Setengah Abad

Di usia 50 tahun, UNS telah menaungi 207 program studi dengan mayoritas akreditasi Unggul. Didukung oleh 1.942 dosen dan lebih dari 68 ribu mahasiswa, universitas ini terus bertransformasi menuju standar internasional.

"Momentum emas ini adalah titik awal akselerasi. Sesuai semboyan Mangesthi Luhur Ambangun Nagara, kami berkomitmen memperkuat tata kelola demi kontribusi yang lebih luas bagi peradaban dan kesejahteraan bangsa," pungkas Prof. Hartono.