PT JSN Siagakan Satgas Mudik, Prediksi Lonjakan Arus Capai 52 Persen

Kusumawati - Rabu, 11 Maret 2026 17:18 WIB
Persiapan PT JSN memastikan arus mudik balik lebaran lancar (Soloaja)

BOYOLALI (Soloaja.co) – PT Jasamarga Solo Ngawi (PT JSN) resmi menyiagakan Satuan Tugas (Satgas) Idulfitri 1447 H guna menjamin kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026. Kesiapan tersebut ditandai dengan pelaksanaan apel besar di halaman kantor PT JSN, Rabu (11/3), yang melibatkan seluruh lini layanan operasional.

Apel kesiapsiagaan ini diikuti oleh jajaran Kepolisian Jalan Raya (PJR) serta penyedia jasa layanan tol (service provider) seperti PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO), PT Jasamarga Related Business (JMRB), dan PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM).

Direktur Keuangan PT JSN, Surya Panyuluh, mengungkapkan bahwa volume kendaraan di ruas Tol Solo–Ngawi diprediksi akan mengalami lonjakan tajam. Puncak arus mudik diperkirakan jatuh pada Minggu, 15 Maret 2026, dengan estimasi 38.240 kendaraan yang melintas. Sementara itu, puncak arus balik diprediksi terjadi pada Sabtu, 28 Maret 2026, dengan jumlah 53.790 kendaraan.

Lalu Lintas Komuter Jadi Atensi

Selain arus mudik dan balik nasional, PT JSN juga memberikan perhatian khusus pada pergerakan kendaraan komuter lokal. Puncak lalu lintas keluar-masuk gerbang tol di wilayah Solo Raya diperkirakan terjadi pada 22 Maret 2026.

“Prediksi kami, pada tanggal tersebut kendaraan yang keluar (exit) mencapai 69.213 unit dan kendaraan yang masuk (entrance) sebesar 70.573 unit. Ini merupakan titik tertinggi pergerakan komuter di periode Lebaran,” jelas Surya.

Secara kumulatif, total kendaraan yang keluar di gerbang tol Solo–Ngawi selama periode H-10 hingga H+10 (11 Maret – 1 April 2026) diproyeksikan mencapai 747.164 kendaraan. Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 52 persen dibandingkan kondisi normal harian, serta naik tipis 0,47 persen dari realisasi Lebaran 2025.

Optimalisasi Layanan dan Pengamanan

Menyikapi lonjakan tersebut, PT JSN memastikan seluruh sumber daya pendukung dalam posisi siap siaga. Langkah antisipasi meliputi optimalisasi gardu transaksi untuk mencegah antrean, pemeliharaan kondisi jalan agar bebas lubang, hingga koordinasi pengamanan bersama PJR.

“Kami ingin menghadirkan layanan yang aman, lancar, dan nyaman bagi pengguna jalan. Sinergi antar-unit diharapkan membuat masyarakat dapat menikmati perjalanan Lebaran dengan tenang,” tambah Surya.

Manajemen Jasa Marga mengimbau pengguna jalan untuk memanfaatkan aplikasi Travoy atau menghubungi One Call Center di nomor 133 guna memantau kondisi lalu lintas secara real-time. Pengendara juga diingatkan untuk memastikan saldo kartu tol mencukupi sebelum memasuki gerbang tol demi kelancaran bersama.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS