UNS
Selasa, 27 Oktober 2026 19:29 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Kusumawati

SOLO (Soloaja.co) — Fakultas Teknik (FT) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta resmi melantik dan mengambil sumpah profesi bagi 340 insinyur baru di Ballroom UNS Tower, Selasa (27/10/2026). Momentum ini menjadi langkah strategis UNS dalam mencetak agen perubahan yang siap mendorong reindustrialisasi nasional serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Para lulusan profesi insinyur ini dituntut berada di garda terdepan dalam mengakselerasi teknologi hijau, transisi energi bersih, hingga pembangunan infrastruktur masa depan yang ramah lingkungan.
Ketua Program Studi Program Profesi Insinyur FT UNS, Prof. Dr. Ir. Pringgo Widyo Laksono, S.T., M.Eng., IPU, ASEAN Eng., melaporkan bahwa dari 340 peserta yang dilantik, sebanyak 327 peserta merupakan hasil kerja sama strategis antara UNS dengan PT Pertamina (Persero), sementara 13 peserta lainnya berasal dari kelas umum.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Penelitian UNS, Prof. Dr. Fitria Rahmawati, S.Si., M.Si., yang hadir mewakili Rektor UNS menegaskan bahwa pelantikan ini bukanlah titik akhir, melainkan gerbang awal dari tanggung jawab profesional yang sesungguhnya.
"Capaian ini merupakan kebanggaan besar bagi UNS sekaligus kontribusi nyata dalam menyiapkan SDM keinsinyuran yang dibutuhkan bangsa. Pelantikan ini adalah momentum meneguhkan tanggung jawab moral dan profesional lulusan kepada masyarakat, dunia industri, dan negara," tegas Prof. Fitria.
Prof. Fitria juga mengingatkan alumni untuk senantiasa menjaga nama baik UNS sebagai PTNBH bertagline Kampus Benteng Pancasila yang unggul dalam riset, inovasi, serta Green Campus.
Hadir memberikan pengarahan, Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Dr.-Ing. Ir. Ilham Akbar Habibie, M.B.A., IPU, ASEAN Eng., mengingatkan para insinyur baru akan konsekuensi moral dari sumpah profesi yang diucapkan.
Ia menekankan bahwa sumpah profesi merupakan janji luhur sesuai amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 untuk selalu mengutamakan keselamatan publik, mematuhi regulasi, dan menjaga standar kompetensi.
"Gelar profesi insinyur menuntut komitmen total untuk bekerja secara jujur, akuntabel, serta menempatkan kemaslahatan masyarakat dan kelestarian bumi di atas kepentingan pribadi," ujar Ilham Habibie.
Sementara itu, Dekan FT UNS Prof. Dr. Ir. Wahyudi Sutopo, S.T., M.Si., IPU, menggarisbawahi pentingnya peran insinyur modern sebagai pemecah masalah (problem solver) tantangan global. Keahlian para lulusan diharapkan mampu menjawab target SDGs, seperti penyediaan energi bersih (SDG 7), inovasi industri dan infrastruktur (SDG 9), kota berkelanjutan (SDG 11), hingga aksi iklim menuju net-zero emission (SDG 13).
Melalui pelantikan ini, FT UNS menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan PII, pemerintah, dan sektor industri guna melahirkan tenaga keinsinyuran profesional yang berdaya saing global.
Bagikan