Sukoharjo Gelar Pilkades126 Desa, Siagakan 458 TPS
SUKOHARJO (Soloaja.co) — Kabupaten Sukoharjo mulai bersiap menggelar helatan pesta demokrasi tingkat desa secara serentak pada 10 Desember 2026 mendatang. Sebanyak 126 desa di 11 kecamatan dipastikan bakal menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) dengan total pemilih mencapai 503.415 jiwa.
Untuk mengamankan jalannya pesta demokrasi desa tersebut, sebanyak 458 Tempat Pemungutan Suara (TPS) akan mendapatkan pengawalan ketat dari personel gabungan TNI-Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, hingga Kader Siaga Trantib (KST).
- BRI Salurkan KUR Rp144 Triliun, Perkuat Produktivitas UMKM Nasional
- Merangkul Generasi Muda, Membangun Polisi Masa Depan
Kesiapan tersebut ditandai melalui Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pilkades Serentak 2026 yang berlangsung di halaman Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sukoharjo, Selasa (27/10/2026).
Apel dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, S.E., didampingi Wakapolres Sukoharjo Kompol Parwanto, S.H., M.H., dan Dandim 0726/Sukoharjo Letkol Inf Reza Syahputra.
Dalam amanatnya, Plt. Bupati Eko Sapto Purnomo menekankan bahwa pengamanan tidak hanya berfokus pada kelancaran teknis di TPS, namun juga memberikan rasa aman bagi penyelenggara, calon kades, dan masyarakat yang menggunakan hak pilihnya.
"Pengamanan harus mampu menciptakan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat, sehingga prinsip pemilihan yang langsung, umum, bebas, jujur, dan rahasia dapat terlaksana dengan baik," tegas Eko Sapto.
Selain perihal pengamanan fisik, titik berat juga diberikan pada netralitas aparat pengaman. Petugas diwanti-wanti untuk tidak memihak atau mendukung salah satu calon kades, baik lewat tindakan maupun ucapan.
- GSI dan Pemuda Solo Gelar Refleksi Sumpah Pemuda di Tugu Lilin Solo
- Mengolah Daya Hidup: Konser 91 Tahun WS Rendra di TBJT Solo
Calon Kades dan Pendukung Diingatkan Jaga Kondusivitas
Di tempat terpisah pada hari yang sama, jajaran Forkopimda Sukoharjo menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Masyarakat Sipil Bidang Kewaspadaan Dini di Pendopo Graha Surya Praja (GSP) Sukoharjo yang dihadiri sekitar 500 peserta dari unsur masyarakat, panitia, hingga bakal calon kepala desa.
Dalam kesempatan tersebut, Wakapolres Sukoharjo Kompol Parwanto mengingatkan agar persaingan Pilkades tidak merusak kerukunan dan persaudaraan antarwarga yang selama ini sudah terjalin erat.
"Menjaga kondusivitas bukan hanya tugas aparat keamanan. Masyarakat juga memiliki peran penting dalam mencegah konflik dan merawat kerukunan," ujar Kompol Parwanto.
Kompol Parwanto juga mengimbau agar potensi perselisihan sekecil apa pun diselesaikan melalui mekanisme resmi, serta meminta para tokoh masyarakat dan agama ikut serta meredam provokasi maupun isu hoaks yang beredar di media sosial.
- Cetak 340 Insinyur Baru, FT UNS Tekankan Etika Profesi dan Teknologi Hijau
- Connect.in-Spirasi Telkom Buka Cakrawala Digital Siswa SR Kulon Progo
Senada dengan hal itu, Plt Bupati Eko Sapto Purnomo meminta para calon kades bijak serta mampu mengendalikan tim sukses masing-masing agar terhindar dari kampanye hitam (black campaign), provokasi, maupun politik uang.
"Kedewasaan demokrasi tidak hanya ditunjukkan melalui kesiapan untuk menang, tetapi juga kesediaan menerima kekalahan dengan lapang dada," tutur Eko Sapto.
Dengan pengamanan yang matang serta kesadaran politik dari seluruh lapisan masyarakat, Pilkades Serentak Sukoharjo 2026 diharapkan dapat berjalan aman, sejuk, dan menghasilkan pemimpin desa yang berintegritas.
