IKU PT
Senin, 11 April 2022 15:46 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi
SOLO (Soloaja.co) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menjalin kerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, mengenai tridharma Perguruan Tinggi (PT) dan optimalisasi penyelenggaraan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara kedua belah pihak yang bertempat di Ruang Sidang II Gedung dr. Prakosa UNS, Solo, Senin 11 April 2022.
Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilakukan oleh Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho, S.H., S.Hum. didampingi Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Prof. Dr. Ahmad Yunus dan Wakil Rektor Perencanaan, Kerjasama, Bisnis dan Informasi UNS, Prof. Dr. rer.nat. Sajidan dengan Direktur Pengawasan Pemeriksaan dan Hubungan Anta Lembaga BPJS Kesehatan, Mundiharno, disaksikan Direktur Utama BPJS, Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D, AAK.
Dalam sambutannya, Prof. Jamal menyampaikan salah satu indikator negara maju adalah bagaimana jaminan kesehatan terhadap warganya, dan sekarang ini BPJS telah berhasil mendekati indikator tersebut. Melihat dari 270 juta penduduk Indonesia sudah terdaftar sekitar 236 juta atau 86% sebagai peserta BPJS.
"Di bawah pimpinan Prof. Ali Ghufron, BPJS Kesehatan ini pendekatan ke masyarakatnya luar biasa. Kampus ini yang sebelumnya tidak tersentuh, kini Prof. Ali Ghufron turun untuk menjalin kerja sama dengan Perguruan Tinggi agar sivitas akademika ikut ke dalam program BPJS," ujar Prof. Jamal.
Penandatangan nota kesepahaman ini tidak hanya menyamaratakan akses kesehatan tetapi juga merupakan suatu upaya untuk memberikan ruang yang lebih besar agar mahasiswa dapat belajar bersama BPJS Kesehatan melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
"Sejak Covid-19, kebijakan kita tidak hanya urusan kesehatan dan keselamatan saja, tetapi kita sangat beruntung. Pemerintah lewat BPJS sudah mempersiapkan dengan baik semua yang berkaitan dengan kesehatan penduduk di Indonesia," tutur Prof. Jamal.
Dalam sambutan lain, Prof. Ali Ghufron menyampaikan sebagaimana yang diketahui bahwa Indonesia berkomitmen pada 2024 untuk bisa mencapai Universal Health Coverage saling tolong menolong untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan memberikan perlindungan.
"Sebagaimana disampaikan oleh Rektor UNS, bahwa kita sudah mencapai 236 juta penduduk atau 86% dan berkeinginan sebagaimana di dalam RPJMN 2020/2024, tahun 2024 bisa mencapai 98%. Sehingga betul-betul real perlindungan sosial di bidang kesehatan bisa dirasakan oleh masyarakat Indonesia," pungkasnya.
Bagikan