Bupati Sukoharjo Luncurkan SD Unggul Tahap I dan Deklarasi BSAN

Kusumawati - Senin, 25 Mei 2026 13:22 WIB
Bupati Sukoharjo Luncurkan SD Unggul Tahap I dan Deklarasi BSAN di SDN Telukan 1 (Soloaja)

SUKOHARJO (Soloaja.co) — Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo, Havid Danang PW, meluncurkan program Sekolah Dasar (SD) Unggul Tahap I sekaligus mendeklarasikan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN). Kegiatan strategis dalam dunia pendidikan ini dipusatkan di SDN Telukan 1, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Senin (25/5/2026).

Bupati Etik Suryani menyampaikan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas, di mana kemajuan suatu daerah sangat ditentukan oleh mutu pendidikannya.

“Peluncuran SD Unggul Tahap I ini menjadi langkah nyata Pemerintah Kabupaten Sukoharjo dalam menghadirkan layanan pendidikan dasar yang berkualitas, berkarakter, dan berdaya saing.” Ungkap Bupati Etik.

Program SD Unggul ini direncanakan berjalan secara bertahap dari tahun 2025 hingga 2029. Dengan adanya sekolah unggul di masing-masing kecamatan, sekolah tersebut diharapkan mampu menjadi role model bagi SD Negeri di sekitarnya melalui penyelenggaraan pembelajaran inovatif, pengembangan potensi murid secara optimal, penanaman karakter kuat, serta manajemen profesional.

“Melalui terobosan ini, Pemkab Sukoharjo membuktikan bahwa kualitas sekolah negeri tidak kalah dengan satuan pendidikan lainnya.” Imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Pemkab Sukoharjo juga mendeklarasikan program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, yaitu Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN). Deklarasi ini menjadi komitmen bersama untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, inklusif, serta bebas dari perundungan, kekerasan, diskriminasi, intoleransi, dan penyalahgunaan narkoba.

Bupati menekankan agar sekolah benar-benar menjadi rumah kedua yang membahagiakan dan mampu mendukung tumbuh kembang anak secara optimal melalui pembiasaan nilai disiplin serta gotong royong.

“Kami berpesan kepada seluruh kepala sekolah dan guru untuk terus menjadi teladan dalam menciptakan lingkungan belajar yang humanis, serta membangun komunikasi yang baik dengan orang tua agar setiap permasalahan dapat diselesaikan secara edukatif demi mempersiapkan Generasi Emas tahun 2045.” Pungkasnya.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS