Bisnis Bangkai Pesawat di Nguter Sukoharjo Omzet Milyaran

Rabu, 21 Januari 2026 10:14 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001269183.jpg
Bangkai pesawat yang laku dijual di gudang Nguter Sukoharjo (Soloaja)

SUKOHARJO (Soloaja.co) – Sebuah pemandangan tak biasa di Dusun Dukuh, Gupit, Nguter, Sukoharjo, menjadi sorotan. Belasan bangkai pesawat komersial eks Merpati Nusantara Airlines terparkir rapi di gudang seluas 4.000 meter persegi. Tak sekadar rongsokan, pesawat-pesawat ini adalah komoditas bisnis unik bernilai miliaran rupiah.

​Menurut Mahdianto, karyawan gudang, usaha ini dimulai sejak akhir 2019. Sang pemilik, yang sebelumnya berkecimpung di bisnis scrap kapal sejak 1995, melihat peluang baru dalam perdagangan pesawat bekas. "Dari scrap kapal beralih ke pesawat yang sudah tidak terpakai," jelas Mahdianto, Selasa (20/1). Gudang yang sebelumnya di Jakarta ini, kini berlokasi di Sukoharjo untuk efisiensi.

Untuk Edukasi Hingga Kafe Aviasi

​Peminat bangkai pesawat ini cukup beragam. Banyak pengusaha meliriknya untuk konsep restoran atau kafe bertema penerbangan. Ada pula yang memanfaatkannya sebagai sarana edukasi penerbangan.

​Satu unit pesawat jenis CASA 212-200 bahkan sudah terjual ke Jawa Timur untuk keperluan edukasi, dengan harga mencapai Rp1,2 miliar. "Peminat cukup banyak, tapi masih tahap pertimbangan," imbuh Mahdianto.

Harga Mulai Rp700 Juta, Bisa Sampai Miliaran

​Untuk satu unit pesawat, harga dasar dimulai dari Rp700 juta dengan sistem ambil sendiri. Namun, jika pembeli menginginkan layanan antar dan rakit di Pulau Jawa, biayanya membengkak. Ongkos kirim bisa mencapai Rp50 juta-Rp60 juta, ditambah biaya perakitan sekitar Rp200 juta-Rp300 juta.

​"Jika dihitung total, bisa sekitar Rp1 miliar lebih sedikit untuk satu pesawat," pungkas Mahdianto.

​Keberadaan belasan bangkai pesawat di Nguter ini membuktikan bahwa dengan inovasi, "besi tua" pun bisa diubah menjadi ladang bisnis yang menjanjikan.