Bangunan Tua Sering Bocor, Panti Nur Maghfiroh Direhab Grup 2 Kopassus Kartasura

Senin, 25 Mei 2026 15:06 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001706092.jpg
Wadan Grup 2 Kopassus, Letkol Inf Yanuar Setiaga menyerahkan bangunan panti asuhan Nur Maghfiroh usai rehab juga penyerahan akta kelahiran anak panti (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) — Senyum sumringah terpancar dari wajah anak-anak Panti Asuhan Nur Maghfiroh, Tegal Kaputren, Pajang, Laweyan, Solo. Bangunan panti yang dulunya sering bocor setiap kali hujan turun, kini sudah berubah menjadi kokoh dan nyaman setelah direhabilitasi oleh prajurit Kopassus Grup 2 Kandang Menjangan, Kartasura.

Proses renovasi kilat yang berjalan selama sepekan tersebut resmi diserahterimakan pada Senin (24/5/2026). Selain perbaikan fisik, aksi Bakti TNI ini juga berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Surakarta untuk memberikan jaminan masa depan bagi anak-anak panti.

Sinergi TNI dan Pemkot Solo untuk Kesejahteraan Anak

Wakil Komandan (Wadan) Grup 2 Kopassus, Letkol Inf Yanuar Setiaga, S.I.P., menyampaikan bahwa aksi ini merupakan komitmen nyata TNI Angkatan Darat dalam mengimplementasikan program dari tingkat komando atas hingga Presiden Prabowo Subianto.

"TNI hadir untuk mengatasi kesulitan rakyat. Kami bersinergi dengan pemerintah daerah setempat agar anak-anak di sini bisa lebih semangat lagi bersekolah dan mengejar cita-cita mereka," ujar Letkol Inf Yanuar.

Sebelumnya, kondisi panti asuhan yang dihuni oleh 20 anak laki-laki ini memang cukup memprihatinkan. Pengasuh panti, Makmun Amin, membeberkan bahwa bangunan utama panti merupakan bangunan lama sejak tahun 1950 yang belum pernah tersentuh renovasi besar.

"Kalau hujan pasti bertembus bocor di area kamar tidur dan tempat belajar. Alhamdulillah, datang bantuan dari Kopassus. Pengerjaan satu minggu langsung beres," kata Amin.

Berikan Kasur hingga Layanan Akta Kelahiran Gratis

Dalam aksi sosial ini, Kopassus Grup 2 tidak hanya memperbaiki atap yang bocor dan mengecat ulang bangunan. Mereka juga menyalurkan sejumlah fasilitas penunjang ibadah dan kenyamanan tidur anak-anak, meliputi:
* 22 kasur dan sprei baru
* 20 mushaf Al-Qur'an
* 20 peci dan 20 sajadah

Tak berhenti di situ, kolaborasi lintas sektor juga dihadirkan lewat Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surakarta. Melalui sistem jemput bola, Dispendukcapil menerbitkan akta kelahiran dan Kartu Keluarga (KK) bagi anak-anak panti yang belum memiliki dokumen kependudukan resmi.

Kepala Dispendukcapil Surakarta, Agung Hendratmo, menyebutkan ada 4 anak usia balita (antara 6 bulan hingga 1,5 tahun) yang hak sipilnya langsung dipenuhi dalam momen ini.

"Akta kelahiran ini sangat penting untuk keperluan sekolah dan akses bantuan pemerintah. Kami pastikan siap menjemput bola ke panti-panti asuhan lain di Surakarta yang membutuhkan fasilitasi serupa," tegas Agung.