Muhammadiyah
Sabtu, 07 November 2026 11:24 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Kusumawati

SOLO (Soloaja.co) — Sebanyak kurang lebih 12.500 guru Muhammadiyah dari berbagai daerah di Jawa Tengah memadati Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) untuk mengikuti Silaturahmi Akbar Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Jawa Tengah pada Sabtu (7/11/2026).
Kegiatan akbar ini menghadirkan sejumlah tokoh penting pendidikan nasional guna memperkuat peran strategis pendidik sebagai agen peradaban dan pembangunan generasi bangsa.
Hadir dalam kesempatan tersebut Prof. Dr. Din Syamsuddin, M.A. (Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2005–2015), Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd. (Dirjen GTK Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah), Dr. Iwan Junaedi, S.Si., M.Pd. (Ketua Majelis Dikdasmen PWM Jateng sekaligus pejabat Kemendikbud), Sutomo, M.Ag. (Ketua PP FGM), serta Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum.
Dalam tausiyahnya, Din Syamsuddin menegaskan bahwa guru Muhammadiyah harus menjadi pribadi yang "siap jadi dan siap pakai." Menurutnya, seorang pendidik tidak hanya dituntut menguasai materi pembelajaran, tetapi juga harus piawai dalam menerapkan metode pengajaran yang tepat.
Ia memperkenalkan konsep Prophetic Teaching atau pengajaran profetik, di mana seorang guru tidak sekadar mentransfer ilmu pengetahuan, melainkan turut menanamkan nilai-nilai hikmah, adab, etika, dan akhlak mulia kepada peserta didik.
"Guru tidak hanya menerapkan konsep deep learning yang meliputi mindful, meaningful, dan joyful learning, tetapi juga harus menguasai peran sebagai pendidik sebagaimana dicontohkan dalam nilai-nilai kenabian," ujar Din di hadapan ribuan guru.
Sementara itu, Dirjen GTK Kemendikdasmen, Prof. Nunuk Suryani, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa Kementerian memberikan dukungan penuh terhadap Forum Guru Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi profesi yang resmi terdaftar untuk mendapatkan fasilitasi pembinaan dan pengembangan profesionalisme.
Nunuk menyoroti pentingnya gotong royong antara penyelenggara pendidikan swasta dan pemerintah dalam meningkatkan mutu serta kesejahteraan tenaga pendidik. Pemerintah terus berupaya memperluas akses kesejahteraan guru, termasuk mendorong FGM untuk membantu melakukan koordinasi pendataan bagi guru yang belum tersertifikasi atau belum berijazah sarjana agar mendapatkan perhatian khusus.
Ketua Majelis Dikdasmen PWM Jawa Tengah, Iwan Junaedi, mengungkapkan bahwa silaturahmi akbar ini memiliki arti strategis dalam memperkuat ideologi, mempererat persaudaraan, serta mendongkrak daya saing guru Muhammadiyah, khususnya dalam menyambut momentum Hari Guru dan visi Indonesia Emas.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PP FGM Sutomo, M.Ag., menyebut kegiatan ini sebagai momentum istimewa yang memberikan motivasi langsung dari para tokoh nasional. Ia juga menyampaikan kabar gembira bagi para guru yang ingin meningkatkan kualifikasi akademik.
"Ada hal yang tidak kalah menarik, yaitu beasiswa sebesar 50 persen bagi guru Muhammadiyah yang ingin melanjutkan studi di UMS. Kesempatan ini dibuka seluas-luasnya oleh Rektor UMS, Prof. Harun," ungkap Sutomo.
Melalui kegiatan ini, FGM berharap para guru semakin termotivasi untuk terus meningkatkan kompetensi profesionalismenya, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan kualitas pendidikan Muhammadiyah di Jawa Tengah dan kancah nasional.
Bagikan