2.050 Mahasiswa KKN UNS Duta KMP dan BPJS Ketenagakerjaan

Kusumawati - Selasa, 06 Januari 2026 13:24 WIB
Rektor UNS Prof Hartono saat melepas mahasiswa KKN tersebar di 165 desa dengan jaminan BPJS ketenagakerjaan (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) – Sebanyak 2.050 mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta resmi dilepas untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Periode Januari–Februari 2026. Pelepasan dilakukan oleh Sekretaris Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ahmad Zabadi, S.H., M.M., Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr. M.Si., dan Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Surakarta, Teguh Wiyono, di Auditorium UNS, Selasa (6/1/2026)

KKN kali ini menekankan peran strategis mahasiswa dalam penguatan ekonomi kerakyatan, khususnya melalui Koperasi Merah Putih.

Penanggung Jawab KKN, Prof. Ir. Dody Ariawan, S.T., M.T., Ph.D., IPU., menyampaikan bahwa 2.050 mahasiswa tersebut akan melaksanakan pengabdian selama 45 hari di 165 desa/kelurahan yang tersebar di sembilan provinsi, dari Jawa hingga Sulawesi Tenggara.

Sekretaris Menteri Koperasi RI, Ahmad Zabadi, menyampaikan pesan khusus kepada mahasiswa untuk memanfaatkan momentum KKN sebagai ajang pengabdian dan pembelajaran, terutama dalam memperkuat gerakan koperasi melalui Koperasi Merah Putih (KMP).

“Mahasiswa KKN memiliki peran penting sebagai agen perubahan. Mahasiswa KKN dapat membantu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang koperasi, mendampingi UMKM, serta mendorong inovasi dan digitalisasi koperasi di desa,” ujar Ahmad Zabadi.

Ia menekankan bahwa Koperasi Merah Putih bukan hanya lembaga ekonomi, tetapi juga wujud semangat gotong royong dan kemandirian rakyat, yang diharapkan mampu memberdayakan masyarakat agar lebih mandiri secara ekonomi.

Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si., menambahkan bahwa KKN Tematik periode ini memang dirancang berbasis kebutuhan lokal dan dilaksanakan melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Salah satu fokus pentingnya adalah sinergi dengan Kementerian Koperasi dalam penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan pengembangan koperasi, termasuk Koperasi Merah Putih.

Diharapkan, kolaborasi ini dapat mendorong tata kelola BUMDes yang profesional dan memperkuat koperasi sebagai sokoguru ekonomi desa.

Untuk mendukung kelancaran program, mahasiswa telah dibekali berbagai materi dan memperoleh dukungan dana program sebesar Rp1.000.000 per mahasiswa, serta jaminan keselamatan melalui BPJS Ketenagakerjaan. Prof. Hartono berharap pelaksanaan KKN ini dapat memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat penerima manfaat.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Surakarta, Teguh Wiyono, menambahkan bahwa program KKN Tematik bersama BPJS Ketenagakerjaan sekaligus menjadikan peserta sebagai Duta BPJS Ketenagakerjaan.

“Kami berharap mahasiswa yang mengikuti KKN ini dapat menjadi perpanjangan tangan BPJS Ketenagakerjaan dalam mensosialisasikan program jaminan sosial kepada masyarakat. Dengan fokus di desa, pasar, dan UMKM, mahasiswa diharapkan mampu mengedukasi masyarakat yang belum memahami atau memanfaatkan program BPJS Ketenagakerjaan.” kata Teguh.

BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan pelatihan kepada mahasiswa terkait komunikasi efektif, filosofi jaminan sosial, dan pengenalan program jaminan sosial.

“Kami ingin memastikan mahasiswa paham betul manfaat program ini agar dapat menyampaikan informasi dengan tepat kepada masyarakat.”

Program ini termasuk dalam upaya meningkatkan dan memperluas edukasi masyarakat serta memperluas jangkauan kepesertaan.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS