Menaker di UMS : Skill AI Penentu Rekrutmen Kerja !

Kusumawati - Sabtu, 31 Januari 2026 06:18 WIB
Menaker Prof. Yassierli menerima cindera mata dari Rektor UMS Prof Harun (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI, Prof. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D., menegaskan bahwa penguasaan Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini bukan lagi pilihan, melainkan keharusan bagi mahasiswa yang ingin terserap di pasar kerja masa depan.

Hal tersebut disampaikan Menaker saat menjadi narasumber utama dalam Kuliah Umum bertajuk “Persiapan Menghadapi Dunia Digital di Era Digital” di Ruang Seminar Gedung Serbaguna Ahmad Syafii Maarif, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Jumat (30/1/2026).

Sinyal Bahaya bagi Pencari Kerja Tanpa Skill Digital

Dihadapan lebih dari 600 mahasiswa tingkat akhir UMS, Prof. Yassierli mengungkapkan fakta mengejutkan dari dunia industri. Menurutnya, sekitar 69 persen pimpinan perusahaan di Indonesia telah menyatakan komitmen untuk tidak merekrut tenaga kerja yang tidak memiliki keterampilan AI.

"AI kini menjadi skill penting untuk future workforce. Permintaannya meningkat hingga lebih dari dua kali lipat. Perusahaan mulai sangat selektif terhadap calon pekerja yang tidak memiliki kompetensi ini," ujar Menaker.

Ia menekankan bahwa mahasiswa tidak boleh hanya berhenti sebagai pengguna dasar (user), tetapi harus berani naik kelas menjadi praktisi hingga pengembang yang mampu menggunakan AI untuk memecahkan masalah di dunia kerja.

Keseimbangan Digital Skill dan Human Skill

Meski teknologi mendominasi, Menaker mengingatkan bahwa teknologi hanyalah alat. Ia menyebutkan delapan dari sebelas keterampilan paling krusial pada tahun 2025-2030 justru berkaitan dengan karakter dan pola pikir manusia (human skills).

Keterampilan kunci yang dimaksud meliputi:
* Analytical & System Thinking (Berpikir analitis dan sistematis).
* Resilience & Flexibility (Ketangguhan dan fleksibilitas).
* Agility (Kelincahan dalam beradaptasi).

"Digital skill dan human skill harus berjalan seimbang. Kita harus memiliki growth mindset, future mindset, dan innovation mindset agar siap bekerja di mana pun," imbuhnya.

UMS Dorong Mahasiswa Jadi Pencipta Lapangan Kerja

Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., memberikan apresiasi tinggi atas kehadiran Menaker. Ia berharap wawasan yang dibagikan dapat mengubah orientasi mahasiswa tingkat akhir dari sekadar mencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja.

"Tujuannya adalah memberikan motivasi agar Generasi Z mampu menciptakan inovasi dan lapangan kerja baru dengan memanfaatkan kemajuan digital," tutur Rektor UMS.

Acara yang berlangsung interaktif ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang dinamis, menunjukkan antusiasme tinggi mahasiswa UMS dalam mempersiapkan diri menghadapi persaingan global yang semakin ketat.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS