Terpantau 8,6 Juta Jiwa Masuk Jateng Selama Nataru

Kusumawati - Kamis, 01 Januari 2026 08:55 WIB
Gubernur Jateng, Kapolda Jateng dan Pangdam IV Diponegoro memantau malam tahun baru (Humas Jateng)

SEMARANG (Soloaja.co) – Mobilitas masyarakat di wilayah Jawa Tengah selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026 telah mencapai 8,6 juta jiwa. Angka fantastis ini tercatat sejak 20 Desember hingga 31 Desember 2025 pukul 06.00, dan diperkirakan masih akan bertambah hingga Operasi Lilin Candi berakhir pada 5 Januari 2026.

Data tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat mengikuti pemantauan malam pergantian Tahun Baru 2026 secara virtual bersama Menkopolkam Djamari Chaniago dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, di Mapolda Jawa Tengah.

"Berdasarkan prediksi Kementerian Perhubungan, ada sekitar 8,7 juta masyarakat yang bergerak di wilayah Jawa Tengah. Hingga hari ini, sudah tercatat 8,6 juta masyarakat tumplek blek ke Jawa Tengah,” kata Ahmad Luthfi.

Pengamanan di 101 Titik dan Antisipasi Bencana

Gubernur melaporkan bahwa dalam perayaan malam pergantian tahun, tercatat 101 titik kegiatan di berbagai wilayah, dengan 17 daerah menggelar car free night (CFN).

Untuk mengamankan arus besar mobilitas ini, sebanyak 10.112 personel gabungan TNI dan Polri serta instansi terkait disiagakan di pos terpadu, pos pelayanan, dan pos pengamanan.

Terkait kejadian menonjol, Gubernur menyebut adanya kecelakaan lalu lintas tunggal bus Cahaya Trans di Tol Krapyak, Semarang, pada 22 Desember 2025, yang mengakibatkan 16 korban jiwa.

Lebih lanjut, dalam mengantisipasi potensi cuaca ekstrem, Pemprov Jateng telah mengaktifkan 1.400 desa tanggap bencana menyusul prediksi BMKG terkait curah hujan tinggi. Desa-desa tersebut telah dibekali pelatihan dan asesmen klaster pengungsi dan SAR.

Menkopolkam Djamari Chaniago mengapresiasi kesiapsiagaan dan langkah antisipasi serta sinergi Forkopimda Jawa Tengah yang dinilai berjalan harmonis. Ia juga mengingatkan bahwa pengamanan masih berlanjut hingga 5 Januari 2026.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS